Pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Minggu (28/12/2025), Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter per unit untuk memenuhi kebutuhan warga yang sumber airnya tercemar.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap selama sepekan dengan titik keberangkatan dari Bandara Kualanamu. Bantuan tersebut difokuskan ke kawasan permukiman dan fasilitas umum di Aceh Tamiang yang terdampak paling parah.
“Hari ini kami memberangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi bersama mitra. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita di wilayah terdampak, khususnya Aceh Tamiang,” ujar Meutya Hafid saat melepas bantuan.
Jaringan Telekomunikasi dan Listrik Berangsur Pulih
Seiring distribusi bantuan logistik, pemulihan infrastruktur dasar juga menunjukkan kemajuan signifikan. Jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh kini telah pulih lebih dari 95 persen. Telkomsel memastikan seluruh 289 kecamatan di Aceh kembali terlayani, dengan Kecamatan Syiah Utama di Kabupaten Bener Meriah menjadi wilayah terakhir yang dipulihkan.
“Pulihnya jaringan Telkomsel di seluruh 289 kecamatan di Aceh menjadi tonggak penting dalam proses pemulihan pascabencana,” kata Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo.
Sementara itu, PT PLN (Persero) berhasil memulihkan pasokan listrik di 184 desa di Kabupaten Aceh Tengah setelah menormalkan 323 gardu distribusi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pemulihan listrik diprioritaskan untuk mendukung aktivitas masyarakat selama masa transisi pascabencana.
Pembangunan Hunian Sementara Dikebut 24 Jam
Upaya pemulihan juga difokuskan pada penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak. PT Hutama Karya membangun 600 unit hunian sementara (huntara) di atas lahan seluas 5,5 hektare milik PTPN di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Pembangunan dilakukan dengan sistem kerja 24 jam non-stop, kecuali saat hujan. Setiap unit huntara berukuran 4,5 x 4,5 meter persegi dengan konsep komunal.
“Pengerjaan dilakukan 24 jam. Hujan memang menjadi kendala, namun pekerja tetap dilengkapi perlengkapan pelindung agar proses berjalan,” ujar Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi.
Ribuan Relawan dan Bantuan Tambahan Dikerahkan
Pemerintah Aceh turut mengerahkan sekitar 3.000 relawan lintas instansi untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas publik, serta mendampingi warga terdampak. Selain air bersih, pemerintah menyalurkan obat-obatan, 3.000 paket pakaian, 1.500 perlengkapan ibadah, 60 tenda lengkap dengan MCK, serta 33 unit sumur bor.
PLN juga menerjunkan 30 relawan untuk program trauma healing yang telah berlangsung di enam wilayah terdampak sejak 18 Desember. Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat pascabencana.