JAKARTA – Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pertarungan akbar antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Laga puncak ini mempertemukan juara Eropa dengan juara bertahan dunia dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.
Argentina membawa misi mempertahankan gelar sekaligus mengejar rekor juara Piala Dunia beruntun yang terakhir dicapai Brasil pada 1962.
Di sisi lain, Spanyol memburu trofi Piala Dunia kedua setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Jelang pertandingan, panitia memastikan kondisi cuaca terus diawasi akibat dampak asap kebakaran hutan dari Kanada.
Penyelenggara menyebut pemantauan dilakukan secara intensif bersama otoritas cuaca Amerika Serikat.
“Hal itu sudah dibahas, dan kami memiliki perwakilan dari National Weather Service yang berada di kantor pusat FIFA, sehingga kami terus memantaunya dengan saksama,” kata Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, dalam sebuah pengarahan seperti dikutip dari AFP, Sabtu.
Final diperkirakan disaksikan lebih dari 80.000 penonton yang memadati Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya dalam pertandingan Piala Dunia edisi kali ini.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga dipastikan menghadiri final setelah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat.
Sehari sebelumnya, Trump memuji penyelenggaraan Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Ia bahkan menyebut turnamen tersebut sebagai “ajang olahraga paling sukses, mungkin dalam sejarah dunia”.
Dari kubu Spanyol, kapten Rodri menilai laga final akan jauh berbeda dibanding pertandingan sebelumnya.
Gelandang Manchester City itu memperkirakan duel melawan Argentina akan berlangsung keras dan penuh tekanan.
“Saya pikir pertandingan hari Minggu akan sangat berbeda,” kata bintang Manchester City itu kepada wartawan.
“Pertandingan akan berlangsung lebih fisik dan kami harus siap. Namun saya yakin jika ada satu hal yang menjadi ciri tim nasional ini, itu adalah kemampuan kami memainkan berbagai jenis pertandingan sesuai situasinya.
“Jadi kami bisa beradaptasi, baik saat harus bertahan, melakukan serangan balik, maupun menyerang. Kami adalah tim yang sangat komplet, dan itulah alasan kami berada di sini.”
Saat ditanya mengenai kemungkinan provokasi dari Argentina, Rodri memilih merespons dengan tenang.
“Itu adalah bagian dari sepak bola.”
Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengajak publik menikmati kesempatan langka menyaksikan Lionel Messi kembali tampil di final Piala Dunia.
Scaloni menilai sang kapten telah mengukuhkan diri sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola.
“Dia telah mencatatkan sejarah. Dia adalah seorang legenda,” kata Scaloni mengenai mantan pemain Barcelona tersebut yang membantu Argentina menjuarai Piala Dunia Qatar 2022.
Di pertandingan lain, Inggris dan Prancis akan memperebutkan posisi ketiga di Miami pada Sabtu.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui kekalahan dari Argentina di semifinal masih meninggalkan luka mendalam.
“Kami harus menerima kenyataan ini. Ini adalah rasa sakit kami, rasa sakit saya, dan rasa sakit para pemain. Kami adalah pihak yang paling merasakan penderitaan ini,” kata Tuchel dalam konferensi pers.
“Dan itu menjadi luka yang akan kami bawa. Kekalahan ini sangat menyakitkan, dan kami harus hidup dengannya, pertama-tama bukan karena kritik, bukan karena para pengamat, bukan pula karena keluarga kami yang juga ikut merasakan penderitaan dan selalu menginginkan yang terbaik bagi kami, melainkan karena kami sendiri.”
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga bersiap menjalani laga terakhirnya di Piala Dunia bersama Les Bleus.
Ia memastikan tidak akan larut dalam kesedihan meski era kepemimpinannya segera berakhir.
“Saya tahu tirai terakhir akan ditutup besok,” kata Deschamps pada Jumat.
“Tidak ada seorang pun di sini yang akan menangis, tetapi saya tahu saya akan merindukan tim nasional Prancis. Selama 15 tahun (ia ditunjuk pada 2012), saya mendapat kehormatan mengalami momen-momen yang luar biasa indah dan juga masa-masa yang sulit.”
Prancis menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-2 dari Spanyol pada babak semifinal.***