JAKARTA – Kabar bohong kembali beredar di masyarakat. Kali ini, isu yang menyebutkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kondisi kritis di rumah sakit langsung dibantah keras oleh ajudannya. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan disebut sebagai upaya penyebaran berita palsu yang meresahkan.
Ajudan Jokowi, yang enggan disebutkan namanya, menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak berdasar.
“Hoax. Jangan percaya kabar yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).
Ia menambahkan bahwa Jokowi dalam kondisi sehat dan beraktivitas seperti biasa.
Isu ini pertama kali mencuat di media sosial, di mana sejumlah akun menyebarkan narasi bahwa Jokowi dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta. Kabar tersebut langsung viral dan memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Namun, pihak berwenang dan tim Jokowi segera bertindak untuk meluruskan informasi.
Kronologi Penyebaran Hoax
Menurut pantauan, kabar bohong ini mulai ramai dibicarakan di platform X dan aplikasi pesan instan pada Kamis malam (26/6/2025). Beberapa unggahan bahkan dilengkapi dengan narasi dramatis dan foto-foto yang tidak terkait untuk memperkuat klaim palsu tersebut. Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa pelaku di balik penyebaran informasi ini.
Pihak kepolisian menyatakan akan menelusuri sumber hoax tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik penyebaran berita bohong ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, dalam keterangannya.
Peringatan untuk Masyarakat
Ajudan Jokowi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial. “Cek dulu kebenarannya sebelum menyebarkan. Jangan sampai ikut memperkeruh suasana,” tegasnya.
Hoax semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah tokoh publik juga kerap menjadi sasaran berita bohong serupa, yang bertujuan menciptakan keresahan atau memancing perhatian publik. Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjaja, menilai bahwa penyebaran hoax semacam ini sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. “Masyarakat harus kritis dan selalu mencari informasi dari sumber yang kredibel,” katanya.
Langkah Hukum dan Edukasi
Pemerintah terus mendorong edukasi literasi digital untuk menekan penyebaran berita bohong. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui kanal resmi atau media terpercaya sebelum mempercayainya. Selain itu, pelaku penyebaran hoax dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Bagi masyarakat yang ingin memastikan kebenaran informasi terkait tokoh publik, disarankan untuk mengacu pada pernyataan resmi dari pihak berwenang atau sumber terpercaya seperti situs berita terverifikasi. Dengan begitu, informasi yang diterima dapat dipercaya dan tidak menyesatkan.
Jokowi Tetap Aktif
Sementara itu, sumber terdekat Jokowi menyebutkan bahwa mantan presiden ke-7 RI tersebut tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. “Beliau sehat dan sedang fokus pada kegiatan pribadi serta sosial pasca-masa jabatannya,” ungkap sumber tersebut.
Kabar ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan menenangkan masyarakat. Dengan bantahan tegas dari pihak terkait, isu Jokowi kritis di rumah sakit dipastikan hanyalah hoax belaka. Mari bersama-sama lawan berita bohong dengan bijak dan kritis!