Takhta Inggris kini berada di ambang perubahan sejarah yang drastis. Setelah penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor yang menggemparkan dunia, Pemerintah Inggris kini secara serius mempertimbangkan undang-undang baru untuk mencabut hak suksesi sang mantan pangeran.
Langkah radikal ini merupakan serangan balik politik setelah Andrew menjadi anggota senior kerajaan pertama dalam sejarah modern yang harus mendekam di sel tahanan.
Drama ini mencapai puncaknya pada Kamis pagi, tepat di hari ulang tahun Andrew yang ke-66. Polisi melakukan penggerebekan di Wood Farm, kawasan Sandringham, dan menahan Andrew selama 11 jam atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik.
Tuduhan yang dialamatkan kepadanya sungguh berat: Andrew diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah kepada predator seksual Jeffrey Epstein saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan khusus Inggris. Meski kini telah dibebaskan dengan status dalam penyelidikan, bayang-bayang hukuman maksimal penjara seumur hidup terus mengintai dirinya.
Tekanan Massa: 82% Rakyat Ingin Andrew “Dibuang”
Arus penolakan terhadap Andrew telah mencapai titik didih. Hasil jajak pendapat YouGov menunjukkan angka yang sangat telak: 82% warga Inggris menuntut agar Andrew segera dikeluarkan dari garis suksesi.
Dukungan politik pun mengalir deras dari lintas partai. Mulai dari Partai Buruh, Liberal Demokrat, hingga Partai Nasional Skotlandia (SNP), semuanya mendesak Parlemen untuk segera bertindak.
“Monarki harus memastikan dia tidak akan pernah bisa menjadi Raja,” tegas Ed Davey, pemimpin Liberal Demokrat. Jika UU ini disahkan, Inggris harus melakukan negosiasi rumit dengan 14 negara Persemakmuran lainnya untuk meratifikasi perubahan urutan takhta tersebut.
Raja Charles: “Hukum Harus Berjalan”
Di balik tembok istana, Raja Charles menunjukkan sikap yang tegas meski penuh keprihatinan. Dalam pernyataan resminya, Sang Raja menegaskan bahwa ia tidak akan melindungi saudaranya dari proses hukum. “Izinkan saya menyatakan dengan jelas: hukum harus berjalan sebagaimana mestinya,” kata Charles.
Sementara itu, penyelidikan terus bergerak agresif. Polisi kini mulai menggeledah Royal Lodge, kediaman mewah Andrew di Windsor, untuk mencari bukti-bukti keterlibatannya dalam jaringan Epstein. Meski Andrew berulang kali membantah segala tuduhan, penggeledahan kendaraan tanpa tanda pengenal di kediamannya mengirimkan sinyal kuat bahwa pihak kepolisian memiliki bukti yang serius.