KAPUAS – Akses jalan penghubung antara Kecamatan Kapuas Hulu dan Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terputus akibat banjir besar yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu (9/4/2025).
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Ahmad M Saribi, menjelaskan bahwa jalur darat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Akses jalan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, dan itu pun menggunakan perahu penyeberangan,” ujarnya di Kuala Kapuas, Sabtu (12/4).
Kondisi ini diketahui berdasarkan laporan kaji cepat yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kapuas di Desa Sei Hanyo, Kecamatan Kapuas Hulu.
Banjir tak hanya memutus jalan, tetapi juga merendam puluhan rumah warga, jalan umum, dan sejumlah fasilitas publik di beberapa RT, yakni RT 01 hingga RT 05.
Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 120 cm, bergantung pada lokasi. Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kapuas telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek Kapuas Hulu, Koramil, serta perangkat desa setempat. Pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap siaga dan siap melakukan evakuasi jika banjir kembali terjadi.
“Kami sudah menetapkan jalur evakuasi, titik kumpul, dan lokasi pengungsian apabila diperlukan,” tambah Ahmad.
Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan lancar, dan kondisi debit air disebut masih bertahan. Petugas dari Puskesmas Pujon juga telah turun langsung melakukan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah warga terdampak.
Kerugian material yang dilaporkan sejauh ini berupa hilangnya ternak ayam dan ikan dalam kolam milik warga.
Pihak BPBD Kapuas mengimbau agar masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah tersebut.