Di tengah sengitnya persaingan menghindari zona degradasi, sebuah pemandangan mengharukan tersaji dalam laga FC Nantes kontra Le Havre di Stadion de la Beaujoire, Minggu (22/2).
Penjaga gawang Nantes, Anthony Lopes, menjadi pusat perhatian bukan karena penyelamatannya, melainkan karena aksi solidaritasnya yang luar biasa.
“Cedera” yang Menyelamatkan
Memasuki menit ke-74, tepat saat matahari terbenam di ufuk barat, Lopes tiba-tiba menjatuhkan diri sambil memegangi paha kirinya. Tim medis pun bergegas masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan. Namun, banyak pihak menduga “cedera” tersebut hanyalah sandiwara cerdas dari kiper asal Portugal itu.
Benar saja, saat wasit menghentikan pertandingan sementara, beberapa pemain Muslim Nantes langsung berlari ke pinggir lapangan. Di sela-sela waktu singkat tersebut, mereka bergegas membatalkan puasa dengan meminum air mineral dan menyantap kurma.
Melawan Kaku-nya Regulasi
Aksi Lopes ini diyakini sebagai bentuk protes halus sekaligus solusi atas regulasi Ligue 1 Prancis yang berbeda dari Premier League Inggris. Jika Liga Inggris mengizinkan wasit menghentikan laga sejenak untuk berbuka puasa, Liga Prancis tetap bersikukuh menjalankan pertandingan tanpa jeda meski di bulan Ramadan.
Setelah rekan-rekan setimnya selesai berbuka, Lopes secara ajaib bangkit berdiri dan melanjutkan pertandingan dengan prima tanpa menunjukkan tanda-tanda cedera serius.
Kemenangan Ganda untuk Nantes
Solidaritas ini berbuah manis. FC Nantes berhasil menyudahi pertandingan dengan kemenangan krusial 2-0. Meski masih tertahan di posisi ke-17 zona degradasi, mentalitas satu rasa yang ditunjukkan Lopes menjadi bahan bakar baru bagi skuad untuk terus berjuang.
Di media sosial, kiper berusia 35 tahun itu banjir pujian. Para suporter menilai apa yang dilakukan Lopes adalah definisi sejati dari teamwork dan toleransi beragama yang melampaui batas lapangan hijau.