Juara dunia Formula 1 dua kali, Fernando Alonso, melontarkan kritik keras terhadap Grand Prix Las Vegas setelah ia finis di posisi ke-13 pada Sabtu. Ia menilai permukaan lintasan tidak memenuhi standar Formula 1 dan mendesak FIA meninjau kembali kelayakan sirkuit tersebut dalam kalender masa depan.
“Sirkuit ini memang menyenangkan karena kecepatannya tinggi, tetapi jenis aspalnya bukan standar Formula 1,” ujar Alonso. “Terlalu licin, ban sulit mencapai suhu optimal, dan cengkeraman hampir tidak ada. Sangat bergelombang—di batas aman untuk sebuah balapan.”
Pebalap senior asal Spanyol itu memulai lomba dari posisi ketujuh, tetapi melorot dari zona poin akibat insiden awal yang merusak mobilnya. Alonso menegaskan permasalahan ini harus dibahas serius oleh badan pengatur.
“Untuk masa depan, kita perlu berbicara dengan FIA apakah kondisi seperti ini layak diterima untuk tahun-tahun mendatang.”
Penempatan Kalender Juga Disorot
Selain kualitas trek, Alonso juga memprotes jadwal balapan yang berlangsung pada penghujung musim, tepat sebelum rangkaian tiga balapan terakhir yang digelar beruntun dalam tiga pekan.
Las Vegas hadir hanya dua minggu setelah GP Brasil, disusul Qatar dan Abu Dhabi — seluruhnya dipisahkan oleh perjalanan panjang lintas wilayah dan perbedaan waktu ekstrem.
“Datang ke sini dengan perbedaan waktu besar setelah Brasil, lalu langsung ke Qatar dengan penerbangan 17 jam dan jet lag 13 jam… saya tidak yakin ada olahraga lain yang menerima kondisi seperti itu,” tegasnya.
“Sirkuitnya oke, tapi aspal dan penempatan di kalender? Menurut saya sudah melewati batas wajar.”
Ketika ditanya apakah memindahkan balapan ke waktu berbeda dalam setahun bisa menjadi solusi, Alonso membuka kemungkinan tersebut. “Mungkin saja,” katanya.
“Tapi kita tidak bisa sekadar mengikuti jadwal sepi Vegas. Kalau begitu, kita akan balapan di Monaco bulan Februari hanya karena kosong. Ada prioritas untuk olahraga ini.”
Reaksi Beragam dari Para Pembalap
Kritik Alonso datang di tengah sejumlah keluhan dari pembalap lain. Rookie Haas, Oliver Bearman, menyebut Las Vegas sebagai “sirkuit jalanan paling tidak menyenangkan yang pernah saya kendarai,” menyoroti cengkeraman rendah, kecepatan tinggi, serta dinding pembatas yang terlalu dekat sebagai faktor bahaya.
Namun, tidak semua pandangan negatif. Charles Leclerc justru memuji trek tersebut sebagai “salah satu favorit saya” dan menilai peluang menyalipnya lebih baik dibanding kebanyakan sirkuit kota. Balapan sendiri dimenangkan oleh Max Verstappen, yang menyalip Lando Norris sejak lap pertama.
Akhir pekan ini juga diwarnai masalah infrastruktur, termasuk sesi latihan yang terhenti akibat penutup manhole yang longgar di Tikungan 17, mengingatkan kembali pada insiden serupa saat debut sirkuit pada 2023.