Tim Alpine resmi mengakhiri kerja sama dengan Jack Doohan, menutup perjalanan yang penuh naik turun selama empat tahun. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa, setelah kedua pihak mencapai “kesepakatan bersama” untuk mengakhiri kontrak Doohan menjelang musim Formula 1 2026.
Pembalap Australia berusia 22 tahun itu—putra dari legenda MotoGP lima kali juara dunia Mick Doohan—menjadi lulusan pertama Alpine Academy yang mendapat kursi balap di F1 ketika melakoni debutnya pada Grand Prix Abu Dhabi 2024.
Namun, kiprahnya sebagai pembalap penuh waktu berakhir jauh lebih cepat dari harapan. Setelah hanya enam seri pada musim 2025, Doohan dicopot dari kursi balap dan digantikan oleh pembalap Argentina Franco Colapinto usai Grand Prix Miami.
Kampanye Singkat yang Penuh Tekanan
Dalam enam penampilan tersebut, Doohan kesulitan menyamai performa rekan setimnya Pierre Gasly. Ia hanya mampu unggul dua kali dari delapan sesi kualifikasi, dengan selisih waktu lebih dari enam persepuluh detik di setengah sesi yang dijalani. Hasil terbaiknya adalah finis di posisi ke-13 pada Grand Prix Tiongkok, tanpa satu pun poin berhasil diraih.
Degradasi ini diakui Doohan sebagai momen yang “sangat berat”. Ia kemudian kembali menjalani peran pembalap cadangan, membantu tim melalui simulator di tengah musim yang sulit. Alpine sendiri menutup musim 2025 di dasar klasemen konstruktor dengan total 22 poin—seluruhnya disumbangkan oleh Gasly.
“Tim mengucapkan terima kasih kepada Jack atas komitmen dan profesionalismenya selama empat tahun terakhir, baik di dalam maupun di luar lintasan, dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” tulis Alpine dalam pernyataan resmi.
Langkah Berikutnya Doohan
Setelah berpisah dengan Alpine, Doohan diperkirakan akan mengalihkan fokus ke Super Formula Jepang, dengan peluang bergabung bersama Kondo Racing bermesin Toyota. Namun, masa depannya belum sepenuhnya pasti, menyusul tes pramusim di Suzuka pada Desember lalu yang diwarnai tiga kecelakaan di tikungan Degner.
Sejumlah laporan menyebut Doohan masih menjajaki peluang tes di Formula 1. Skenario idealnya adalah kombinasi kursi Super Formula dengan peran pembalap tes, membuka peluang kembali ke grid F1 pada 2027. Namanya juga dikabarkan masuk radar Haas sebagai kandidat pembalap cadangan—peran yang dinilai kompatibel dengan program Super Formula mengingat kemitraan teknis Haas dengan Toyota.
Sementara itu, Alpine menatap musim 2026 dengan Gasly dan Colapinto sebagai duet pembalap utama, didukung pembalap cadangan asal Estonia Paul Aron.