JATENG – Suasana Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Siswa Angkatan ke-36 SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (14/7/2025), berlangsung meriah dengan kejutan tak terduga. Sejumlah alumni lintas angkatan secara spontan menggelar defile kehormatan, menghidupkan kembali kenangan masa sekolah mereka.
Momen ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh-tokoh nasional terkemuka, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Luar Negeri Sugiono, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Defile Dadakan Penuh Makna
Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 SMA Taruna Nusantara ini diwarnai dengan parade baris-berbaris yang nyaris sempurna, meski tanpa persiapan. Dipimpin oleh Kepala SMA TN Magelang, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor Agnie Aditya, alumnus angkatan ke-3, defile ini menampilkan kekompakan alumni dari angkatan 1 hingga 20.
“Tanpa persiapan, tanpa latihan, kami-kami yang sudah puluhan tahun lulus, dari Angkatan 1 sampai 20, menjajal kembali paving block tempat dulu kami defile pertama kali,” ujar Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, dalam unggahan media sosialnya.
Tokoh-Tokoh Penting Ikut Berpartisipasi
Defile ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga panggung bagi sejumlah alumni berpengaruh di berbagai sektor. Selain AHY dan Sugiono, yang keduanya alumni angkatan kelima, turut hadir tokoh seperti Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Anggota DPR RI Endipat Wijaya, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achirudin, hingga Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Mereka bersama-sama memberikan penghormatan kepada AHY dan Sugiono yang berdiri gagah di podium.
Uniknya, defile ini juga diikuti oleh alumni senior dari angkatan pertama hingga keempat, yang memberikan hormat kepada junior mereka, AHY dan Sugiono. Momen ini mencuri perhatian karena menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan lintas generasi.
Makna di Balik Kekompakan Alumni
Meski dilakukan secara dadakan, parade ini berjalan rapi dan penuh semangat, seolah-olah para alumni belum pernah meninggalkan lapangan defile selama puluhan tahun. AHY dan Sugiono tampak tersenyum puas menyaksikan penampilan yang memukau ini.
“Semoga kekompakan ini bisa terus mewujud dalam kerja-kerja nyata di berbagai bidang pengabdian untuk bangsa,” tutur Herzaky Mahendra Putra, mencerminkan harapan bahwa solidaritas ini dapat diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata bagi Indonesia.
Tradisi Defile dan Peringatan HUT ke-35
Defile merupakan tradisi penting di SMA Taruna Nusantara yang dilakukan siswa baru sebanyak dua kali: saat pelantikan resmi setelah dua minggu latihan dan setelah menjalani pendidikan dasar selama tiga bulan. Dalam acara ini, 1.458 siswa baru angkatan ke-36 dari kampus Magelang, Malang, dan Cimahi turut memeriahkan upacara dengan parade penuh semangat, memberikan penghormatan kepada para pejabat dan alumni.
Sugiono, yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara, mengungkapkan bahwa sekolah ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto saat masih berpangkat mayor.
“Pada saat itu pikiran tersebut dituliskan dalam bentuk makalah oleh seorang perwira muda ABRI berpangkat mayor kala itu,” ungkapnya, menegaskan peran penting Prabowo dalam pendirian sekolah ini.
Membangun Masa Depan Bangsa
Dengan kehadiran tiga kampus baru di Sumatra Selatan, Kalimantan, dan Sulawesi, SMA Taruna Nusantara terus memperluas jangkauannya untuk mencetak generasi unggul. Sugiono berpesan kepada siswa baru untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik dan menghormati guru serta pamong, mengingat proses seleksi masuk yang ketat.
“Kehadiran kalian di sini bukanlah hal biasa. Hidup kalian ke depan bukan hanya milik pribadi atau keluarga, tetapi juga milik bangsa dan negara,” tegasnya.
Momen defile dadakan ini tidak hanya menjadi perayaan nostalgia, tetapi juga simbol kebersamaan dan dedikasi alumni SMA Taruna Nusantara lintas generasi.