Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina–Israel. Prabowo menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian sama sekali bukan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI periode 1999–2001, Alwi Shihab, usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2). Menurut Alwi, keputusan Indonesia bergabung dengan BoP justru merupakan langkah strategis untuk memperbaiki konstelasi perdamaian di Gaza sekaligus memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina secara komprehensif.
“Yang paling penting dari penjelasan beliau adalah bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu, kalau istilah awamnya, adalah harga mati,” ujar Alwi.
Diplomasi Aktif, Bukan Kompromi Prinsip
Alwi menegaskan, dukungan Presiden Prabowo terhadap Palestina bersifat konsisten dan tidak dapat ditawar, karena merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia di tingkat global. Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP tidak mengurangi posisi moral Indonesia, melainkan memperkuat peran sebagai penyeimbang dalam upaya perdamaian internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Alwi secara tegas menolak pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tidak ada masa depan bagi solusi dua negara.
“Tidak perlu didengarkan pernyataan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui two-state solution,” tegasnya.
Indonesia Siap Keluar Jika Tak Sejalan
Lebih lanjut, Alwi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga menyampaikan sikap tegas Indonesia apabila Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan visi dan misi bangsa dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.
“Bapak Presiden menegaskan, jika Board of Peace ini terlihat tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia, maka Indonesia dengan mudah bisa keluar,” ungkap Alwi.
Di akhir pernyataannya, Alwi menegaskan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mendorong proses perdamaian Palestina. Menurutnya, langkah ini merupakan fondasi awal yang penting menuju penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan.
“Keikutsertaan Indonesia adalah wujud komitmen untuk membela Palestina dan mendorong penyelesaian yang adil bagi rakyat Palestina,” pungkasnya.