JAKARTA – Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan fokus utama lembaga yang dipimpinnya. Ia menyebutkan bahwa BPS akan memprioritaskan finalisasi data tunggal sosial ekonomi nasional untuk mendukung penyasaran program pembangunan yang lebih tepat.
“Sehingga penyasaran program pembangunan akan menggunakan referensi yang sama, dan data ini akan digunakan untuk program bantuan pemerintah, ini akan terus dimutakhirkan,” jelas Amalia.
Amalia juga menambahkan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional akan menjadi acuan penting dalam menyatukan seluruh data sosial dan ekonomi di Indonesia. Hal ini bertujuan agar setiap program pembangunan dan bantuan pemerintah dapat memiliki referensi data yang seragam.
“Tentunya nanti data tunggal sosial ekonomi nasional akan digunakan untuk program bantuan-bantuan pemerintah dan ini nanti terus akan dimutahirkan dan Kementerian/Lembaga yang masuk di dalam Inpres itu dan BPS akan kolaborasi dengan K/L yang memang juga mendapatkan penugasan dari Inpres tersebut,” tambahnya.
Selain Amalia, Prabowo juga melantik Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai Wakil Kepala BPS, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 P tahun 2025.
