Rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) hari ini menjadi sorotan setelah Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menyampaikan kritik pedas dan memberikan nilai 50 dari 100 terhadap kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPR RI, Yoyok menilai bahwa meskipun sektor pariwisata sering disebut sebagai salah satu penyumbang devisa negara yang signifikan, implementasi kebijakan dan penyerapan anggaran di bawah kepemimpinan Menpar Widiyanti masih jauh dari harapan.
Rapat kerja hari ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja kementerian terkait, khususnya dalam mengevaluasi realisasi anggaran tahun 2025 dan rencana kerja tahun 2026.
Komisi VII memang memiliki kewenangan pengawasan terhadap beberapa sektor strategis, termasuk pariwisata, energi, dan sumber daya mineral.
Poin-poin Kritik Utama dari Yoyok Sudibyo
Yoyok menyoroti beberapa isu krusial yang menurutnya menjadi bukti kinerja Kemenpar belum optimal di tahun 2025:
1. Penyerapan anggaran yang tidak proporsional dan belum menyentuh pelaku usaha wisata
Menurut Yoyok, sebagian besar anggaran lebih banyak digunakan untuk kegiatan seminar, sosialisasi, dan event-event promosi yang bersifat seremonial, sehingga dinilai hanya berperan sebagai “event organizer” (EO) semata.
“Anggaran seharusnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku wisata di lapangan, bukan hanya habis untuk seminar dan acara,” tegasnya.
2. Klaim pencapaian pariwisata nasional tidak sebanding dengan realitas di lapangan
Yoyok menilai banyak klaim prestasi yang disampaikan Kemenpar tidak terasa di tingkat grassroot. Ia mencontohkan masih tingginya biaya transportasi udara dan darat ke destinasi wisata, infrastruktur yang rusak, serta minimnya peran pemerintah dalam menekan harga tiket pesawat dan aksesibilitas wisata.
3. Kebijakan 2026 harus menjadi “mesin ekonomi” yang benar-benar berfungsi
Yoyok menekankan agar anggaran dan program tahun 2026 harus benar-benar efektif dan tepat sasaran. Ia meminta Kemenpar untuk tidak lagi hanya berorientasi pada angka statistik, melainkan pada dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.
“Kalau boleh saya nilai, kinerja saat ini saya beri 50 dari 100,” ujar Yoyok dengan tegas dalam rapat tersebut.
Nilai tersebut mencerminkan pandangannya bahwa ada potensi besar di sektor pariwisata, tetapi eksekusi dan distribusi manfaatnya masih sangat kurang.
Respons Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menanggapi kritik tersebut, Menteri Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa penilaian tersebut bersifat subyektif dan ia menghormati pendapat anggota dewan.
Ia menegaskan bahwa kinerja Kemenpar selama ini sudah berjalan dengan baik dan banyak capaian yang telah diraih, meskipun memang masih ada tantangan yang harus diperbaiki.
“Penilaian 50 itu subyektif. Kami percaya kinerja kami sangat baik dan terus berupaya meningkatkan sektor pariwisata nasional,” kata Menpar dalam tanggapannya di rapat yang sama.
