Awal menjanjikan Mercedes pada pramusim Formula 1 2026 mendadak tersendat di hari pertama pengujian resmi di Sirkuit Internasional Bahrain, Rabu. Masalah pada sisi mobil membuat rookie Kimi Antonelli lebih banyak menghabiskan waktu di garasi ketimbang di lintasan.
Pembalap Italia berusia 19 tahun itu hanya mampu menyelesaikan 30 lap di sesi sore, kehilangan hampir tiga dari empat jam waktu yang tersedia. Sementara itu, rekan setimnya George Russell mencatatkan 56 lap di sesi pagi. Total jarak tempuh Mercedes pun tertinggal jauh dibanding para rival yang langsung mengumpulkan data penting sejak hari pertama.
Situasi ini menjadi kontras dengan performa impresif Mercedes saat shakedown di Barcelona bulan lalu. Saat itu, tim berjuluk Silver Arrows tersebut mencatat lebih dari 2.300 kilometer dan bahkan sudah menjalankan simulasi balapan penuh sejak hari kedua—sebuah sinyal awal yang sempat membuat paddock terkesan.
Russell: “Hari yang Sulit”
George Russell tidak menutup-nutupi kekecewaannya atas awal yang kurang mulus di Timur Tengah. Ia mengakui tim belum mampu membawa momentum positif dari Spanyol ke Bahrain.
“Kami mengalami hari pertama yang sulit di Bahrain. Kami menjalani tiga hari yang solid di Barcelona, tetapi belum bisa langsung tampil maksimal di sini,” ujar Russell.
Mercedes diketahui bereksperimen dengan keseimbangan mobil pada sesi pagi. Namun, setelan tersebut tidak memberikan respons sebaik yang mereka rasakan sebelumnya di Barcelona.
Laporan awal menyebutkan masalah yang membuat Antonelli terhenti lebih berkaitan dengan pengaturan atau komponen suspensi, bukan unit tenaga. Setelah kembali ke trek pada satu jam terakhir sesi, Antonelli menutup hari di posisi ke-11 tercepat.
Rival Langsung Ambil Inisiatif
Sementara Mercedes bergulat dengan kendala teknis, para pesaing justru tampil solid. Juara dunia bertahan Lando Norris memuncaki catatan waktu dengan torehan 1:34.669 untuk McLaren, unggul tipis 0,129 detik atas Max Verstappen.
Verstappen bahkan mencatatkan 131 lap—lebih banyak dari gabungan lap kedua pembalap Mercedes—sebuah indikasi kuat atas keandalan mobil Red Bull, khususnya dengan program mesin in-house baru mereka.
Russell mengakui timnya kini berada dalam posisi mengejar.
“Red Bull dan McLaren kembali tampil mengesankan seperti di Barcelona. Jelas kami harus mengejar ketertinggalan, dan kami sudah bekerja keras untuk itu,” katanya.
Fokus Perbaikan Jelang Musim Dimulai
Pengujian pramusim masih berlangsung hingga Jumat, sebelum dilanjutkan sesi kedua pada 18–20 Februari. Musim 2026 sendiri akan dibuka dengan Grand Prix Australia pada 8 Maret.
Bagi Mercedes, prioritas utama kini adalah memahami akar masalah yang muncul di Bahrain serta memaksimalkan lima hari pengujian tersisa. Waktu yang hilang di hari pertama menjadi mahal, terutama di tengah persaingan yang tampak semakin ketat.
Setelah menunjukkan sinyal kebangkitan di Barcelona, Mercedes kini menghadapi ujian sesungguhnya: apakah mereka mampu memulihkan momentum sebelum lampu start musim 2026 resmi menyala.
