CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah cepat menghadapi ancaman banjir dengan menggelar apel dan gladi kesiapsiagaan bencana pada Kamis (15/5). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi menyeluruh, menyusul penetapan status Siaga Darurat Banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan pentingnya latihan dan apel bersama dalam menghadapi dinamika bencana, khususnya di wilayah rawan seperti Cirebon.
“Kesiapsiagaan harus dibangun tidak hanya saat musim hujan tiba, tapi sejak jauh hari, termasuk pada masa peralihan musim seperti sekarang,” ujarnya.
Cirebon Rawan Banjir, Ini Penyebabnya
Cirebon diketahui memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian hanya 0 – 136 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuatnya rentan terhadap banjir, terutama karena wilayah ini dilintasi beberapa sungai besar seperti Sungai Kalijaga, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean, dan Sungai Kedung Pane, yang bermuara langsung ke Laut Jawa.
“Kota ini berada di dataran rendah dengan ketinggian antara 0 – 136 meter di atas permukaan laut,” jelas Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja perwakilan BNPB, saat menghadiri kegiatan tersebut.
Berdasarkan data inaRISK , setidaknya lima kecamatan di Kota Cirebon berada dalam kategori risiko banjir sedang hingga tinggi.
Kolaborasi Ciayumajakuning Jadi Kunci
Melihat cakupan sungai lintas wilayah, BNPB menekankan pentingnya sinergi antardaerah di kawasan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dalam menangani banjir secara terpadu.
“Perlu dibentuk sebuah badan koordinasi penanganan sungai bersama BBWS yang ada di wilayah Ciayumajakuning, di mana Kota Cirebon siap untuk menjadi koordinatornya, dalam hal ini BPBD Kota Cirebon,” tambah Ary.
Apresiasi dan Harapan Wali Kota
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut baik dukungan yang diberikan BNPB dan BPBD Provinsi. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal respons cepat, tapi juga bagian dari strategi mitigasi jangka panjang.
“Kami mengapresiasi peran serta BNPB dan BPBD dalam upaya penanggulangan bencana di Cirebon. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi bagian dari kesiapan nyata,” ucapnya.