Apple secara mengejutkan mengubah arah kompas bisnisnya. Dikenal sebagai brand premium, Apple kini resmi meluncurkan MacBook Neo, sebuah “pintu gerbang” murah ke ekosistem Mac dengan harga fantastis: mulai dari $599 (sekitar Rp9,3 juta) atau hanya $499 untuk sektor pendidikan.
Jantung iPhone di Tubuh Laptop
Keputusan paling radikal ada pada dapur pacunya. Untuk pertama kalinya, Apple menyematkan chip A18 Pro—prosesor yang sama dengan iPhone 16 Pro—ke dalam sebuah laptop. Meski menggunakan chip ponsel, performanya di luar ekspektasi.
Pengujian menunjukkan MacBook Neo mampu melahap puluhan tab browser, pengeditan foto, hingga gaming tanpa kendala berarti.
Desain Premium, Harga “Pelajar”
Walaupun murah, MacBook Neo tidak terlihat murahan. Laptop ini dibalut sasis aluminium ramah lingkungan (60% bahan daur ulang) dengan layar Liquid Retina 13 inci yang jernih.
Apple menawarkan empat warna stylish: Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Fitur lain yang disematkan termasuk webcam 1080p dan daya tahan baterai yang diklaim mencapai 16 jam.
Tentu ada harga, ada rupa. Untuk menekan biaya, Apple memberikan beberapa batasan:
-
RAM Terkunci: Hanya tersedia 8GB tanpa opsi upgrade.
-
Minimalis: Tidak ada pengisian daya MagSafe, tidak ada trackpad haptic, dan absennya layar ProMotion 120Hz.
-
Konektivitas: Dua port USB-C tersedia, namun tanpa dukungan Thunderbolt.
Ludes dalam Sekejap
Pasar merespons dengan gila-gilaan. Sejak periode pre-order dibuka 4 Maret lalu, banyak varian warna dan kapasitas penyimpanan langsung terjual habis. Bagi mereka yang baru memesan sekarang, harus bersabar karena pengiriman diperkirakan baru akan sampai di tangan konsumen pada akhir Maret 2026.
“Kami ingin menghadirkan keajaiban Mac dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar John Ternus, SVP Hardware Engineering Apple. Dengan MacBook Neo, Apple kini memiliki senjata mematikan untuk menjangkau jutaan pengguna baru yang selama ini terhalang oleh label harga MacBook yang tinggi.