JAKARTA – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan serangan pertama dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Media Iran menyiarkan kabar serangan udara di berbagai wilayah, sementara kepulan asap terlihat dari ibu kota Teheran.
Donald Trump menyatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa AS telah memulai “operasi tempur besar-besaran di Iran.” Ia menuding Teheran masih mengembangkan program nuklir dan berencana membuat rudal yang mampu mencapai Amerika.
Dilansir dari Hurriyet Daily News, belum jelas apakah Khamenei, 86 tahun, berada di kantornya saat serangan berlangsung. Jalan menuju kompleks kediamannya ditutup otoritas setempat setelah ledakan lain mengguncang Teheran. Irak turut menutup wilayah udara sebagai langkah antisipasi.
Seorang pejabat anonim menyebut target kampanye Israel meliputi instalasi militer, simbol pemerintahan, dan sasaran intelijen. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menggambarkan serangan itu sebagai tindakan yang dilakukan “untuk menghilangkan ancaman.”
Iran Tutup Wilayah Udara
Iran menutup wilayah udara dan memutus layanan telepon seluler, sementara Israel mengaktifkan protokol darurat di sejumlah rumah sakit serta mengeluarkan peringatan proaktif kepada warganya terkait kemungkinan serangan balasan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun otoritas Iran memperingatkan bahwa pangkalan dan personel militer AS di kawasan akan menjadi sasaran jika terjadi pembalasan.