JAKARTA – Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara, ASEAN Para Games (APG) ke-13, resmi berakhir pada 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1/2026) malam. Malaysia ditunjuk sebagai tim tuan rumah edisi berikutnya pada tahun 2027.
Penutupan ditandai dengan penyerahan pataka ASEAN Para Sports Federation (APSF) dari Thailand kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Muhammed Taufiq Bin Johari. Sebelumnya, acara penutup berlangsung meriah dengan pertunjukan musik, tarian, kembang api, parade kontingen, serta pemutaran video dokumentasi perjuangan para atlet.
Kontingen Indonesia tampil dalam defile yang dipimpin atlet anggar kursi roda Akhmad Saidah, peraih emas nomor men’s individual foil A.
Thailand mengusung konsep “Create Pride Together” sebagai motto penyelenggaraan, menekankan semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, dalam pidato Raja Vajiralongkorn, menegaskan komitmen tuan rumah melayani seluruh kontingen. Raja Rama X berharap ajang ini memperkuat persahabatan antarnegara dan menjunjung sportivitas.
Catatan Penyelenggaraan
APG 2025 berlangsung di Nakhon Ratchasima pada 20–26 Januari, dengan cabang tenpin boling digelar di Bangkok. Sebanyak 1.700 atlet dari 10 negara peserta memperebutkan 496 medali emas dari 19 cabang olahraga.
Indonesia menurunkan 290 atlet pada 18 cabang, meraih total 392 medali (135 emas, 143 perak, 114 perunggu). Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua di bawah tuan rumah Thailand (175 emas, 155 perak, 156 perunggu). Malaysia berada di peringkat ketiga dengan 64 emas, 64 perak, dan 73 perunggu.
Prestasi Indonesia pada ASEAN Para Games
Meski gagal menjadi juara umum, sejumlah cabang olahraga Indonesia tampil dominan. Tim para panahan menyabet lima emas dari sembilan medali yang diperebutkan, sementara para judo memborong tujuh emas penuh.
Target Kemenpora untuk finis tiga besar dengan raihan minimal 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu berhasil dilampaui. Kontingen Indonesia dipimpin oleh Reda Manthovani sebagai Chief de Mission.
