JAKARTA– Atalanta kembali menunjukkan ketangguhan mereka di laga pekan ke-33 Liga Italia usai menumbangkan AC Milan dengan skor 1-0 di Stadion San Siro, Senin (21/4/2025) dini hari WIB.
Laga yang berlangsung ketat tersebut akhirnya ditentukan oleh satu gol dari gelandang Ederson di pertengahan babak kedua.
Kemenangan ini menjadi suntikan penting bagi Atalanta yang terus menjaga asa finis di zona Liga Champions.
Kini mereka mengoleksi 64 poin dari 33 pertandingan dan menempati posisi ketiga klasemen Serie A. Sebaliknya, AC Milan justru makin tercecer.
Berada di peringkat kesembilan dengan 51 poin, Rossoneri harus segera berbenah bila ingin mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Pertandingan ini berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Milan tampil dominan dalam hal peluang, menciptakan total 12 tembakan.
Namun Atalanta lebih unggul secara kolektif, menguasai bola sebanyak 53 persen dan tampil lebih klinis dalam mengeksekusi peluang.
Jalannya Pertandingan
AC Milan mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Namun pertahanan rapat Atalanta memaksa tuan rumah bekerja keras.
Peluang emas sempat hadir di pengujung babak pertama lewat tendangan Luka Jovic, tapi bola masih melenceng dari sasaran.
Memasuki babak kedua, Rafael Leao mencoba peruntungan dengan tendangan dari sisi kiri, namun kembali gagal menembus lini belakang tim tamu.
Atalanta lalu merespons dengan serangan balik cepat dan pada menit ke-62, Ederson sukses memaksimalkan umpan silang Raoul Bellanova menjadi gol penentu.
Setelah tertinggal, Milan meningkatkan tekanan. Namun hingga peluit akhir, pertahanan solid Atalanta dan aksi gemilang kiper mereka berhasil menjaga keunggulan.
Bahkan saat Ademola Lookman nyaris menggandakan keunggulan, kiper Milan Mike Maignan tampil sigap menggagalkannya.
Milan Gagal Manfaatkan Peluang
Meski kalah, Milan tampil dominan dalam hal tembakan ke arah gawang. Mereka mencatatkan 12 tendangan sepanjang laga. Namun efektivitas menjadi pembeda. Atalanta bermain lebih terstruktur dan efisien dalam menyerang.
Secara keseluruhan, pertandingan ini mencerminkan kekompakan Atalanta di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Mereka mampu menjaga keseimbangan lini tengah, bertahan dengan disiplin, dan menciptakan peluang berbahaya dengan cepat.***