JAKARTA – Insiden atap jebol di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung ditangani cepat oleh pengelola dengan target perbaikan rampung dalam waktu dua hari.
Peristiwa atap Terminal 3 Soetta jebol menjadi perhatian publik karena terjadi di area boarding lounge yang dipadati calon penumpang.
Meski sempat memicu kepanikan, operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Perbaikan struktur atap dan plafon yang rusak di area boarding lounge Gate 7 Terminal 3 diperkirakan memakan waktu sekitar 48 jam sejak proses dimulai.
“Proses perbaikan atap dan plafon Terminal 3 yang ambruk membutuhkan waktu selama dua hari,” kata Yudistiawan, Selasa (7/4/2026).
Insiden tersebut terjadi pada Senin, 6 April 2026, saat plafon tiba-tiba runtuh dan air mengalir deras dari bagian atap sehingga mengejutkan penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan.
Area terdampak langsung ditutup sementara dan dilokalisasi guna mempercepat proses penanganan serta menjaga keselamatan pengguna jasa bandara.
Pihak pengelola memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam tahap pendataan.
Fasilitas utama sisi udara seperti landasan pacu, jalur taksi, dan apron tetap berfungsi optimal dan tidak terdampak insiden tersebut.
“Semuanya dipastikan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal tanpa gangguan aktivitas pergerakan pesawat,” ucapnya.
Pengelola bandara juga meningkatkan pengawasan dengan menyiagakan personel selama 24 jam untuk memastikan seluruh infrastruktur tetap aman dan layak digunakan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan lanjutan, terutama di area yang memiliki mobilitas penumpang tinggi.
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Manajemen bandara turut mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal penerbangan akibat faktor cuaca.
Kondisi area yang sebelumnya terdampak kini telah dibersihkan dan dinyatakan aman untuk mendukung aktivitas operasional.
“Situasi telah kembali kondusif dengan operasional bandara tetap berjalan lancar serta terkendali,” katanya.***