Raksasa pangan dunia, Nestlé, kini tengah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menjaga stabilitas pasokan susu bayi global yang tengah diguncang krisis hebat. Lima pabrik besar Nestlé di Prancis, Spanyol, Jerman, Swiss, dan Belanda kini beroperasi nonstop selama 24 jam penuh.
Langkah darurat ini diambil setelah industri susu formula dunia dihantam badai kontaminasi terbesar dalam sejarah yang telah memasuki bulan ketiga.
Berpacu dengan Penyelidikan Kriminal
Langkah Nestlé meningkatkan produksi terjadi di tengah situasi hukum yang kian memanas. Kantor Kejaksaan Paris secara resmi membuka lima penyelidikan terhadap merek-merek ternama seperti Nestlé, Danone, Groupe Lactalis, Babybio, dan La Marque en moins. Investigasi ini fokus pada dugaan penipuan barang yang membahayakan kesehatan manusia terkait kontaminasi toksin cereulide.
Bahkan, jaksa di beberapa wilayah Prancis secara terpisah tengah menyelidiki kematian tiga bayi guna memastikan apakah ada hubungan langsung dengan produk yang terkontaminasi tersebut, meskipun sejauh ini otoritas kesehatan belum menemukan bukti keterkaitan yang pasti.
Akar Masalah: Bahan Baku dari China
Krisis yang meluas ke lebih dari 60 negara ini ditelusuri bermula dari minyak asam arakidonat (ARA) yang dipasok oleh perusahaan asal China, Cabio Biotech Wuhan Co. Bahan ini merupakan komponen penting yang digunakan oleh hampir semua produsen susu formula utama, termasuk Nestlé dan Danone.
Dampak kesehatan mulai muncul ke permukaan. Di Inggris, otoritas kesehatan (UKHSA) mengonfirmasi 36 laporan bayi dengan gejala keracunan toksin cereulide. Beruntung, hingga saat ini belum ada bayi yang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Pasar Global Bergolak
Di saat Nestlé harus bekerja lembur—bahkan meminta izin khusus otoritas Swiss untuk tetap beroperasi pada hari libur—beberapa produsen lain justru memanen peluang. Perusahaan seperti HiPP (Jerman) dan Holle (Swiss) yang tidak terdampak kontaminasi segera meningkatkan volume produksi ke titik maksimal demi mengisi kekosongan pasar.
Sementara itu, regulator pasar China mulai memperketat pengawasan. Meski belum ditemukan kasus keracunan di Negeri Tirai Bambu, pemerintah setempat telah menginstruksikan seluruh produsen untuk melakukan pengujian wajib terhadap kandungan toksin cereulide.
Hingga saat ini, industri susu dunia masih dalam kondisi siaga tinggi. Fokus utama perusahaan adalah memastikan bayi di bawah usia satu tahun tetap mendapatkan pasokan nutrisi yang aman di tengah ancaman kelangkaan dan risiko kesehatan yang mengintai.
