Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengambil langkah tegas sebagai respons atas diskualifikasi atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, dari Olimpiade Musim Dingin 2026. Ukraina kini tengah mematangkan paket sanksi baru yang menargetkan warga Rusia yang dianggap menyalahgunakan panggung olahraga sebagai alat propaganda perang.
Pemicu: Helm yang Dianggap “Melanggar” Aturan
Ketegangan bermula di lintasan balap Milano-Cortina. Heraskevych (27) tampil mengenakan helm khusus yang menampilkan potret lebih dari 20 atlet Ukraina yang gugur akibat invasi Rusia sejak 2022. Di antaranya adalah potret petinju Pavlo Ishchenko dan pemain hoki Oleksiy Loginov.
Meskipun diizinkan saat latihan, Komite Olimpiade Internasional (IOC) melarang penggunaan helm tersebut saat kompetisi resmi dengan alasan pelanggaran Pedoman Ekspresi Atlet. Heraskevych menolak tawaran kompromi berupa pita hitam di lengan.
“Mundur berarti mengkhianati mereka yang ada di helm ini,” tegas Heraskevych sebelum akhirnya didiskualifikasi oleh juri pada 12 Februari lalu.
Upaya banding Heraskevych ditolak oleh Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) setelah sidang maraton selama delapan jam. Meski mengaku “bersimpati”, CAS memutuskan bahwa lapangan pertandingan adalah wilayah sakral yang harus bebas dari ekspresi politik—sebuah keputusan yang dianggap Zelenskyy sebagai kemunduran keadilan global.
“Ketika atlet kita dilarang bahkan hanya untuk menyebutkan nama para korban agresi, itu adalah sinyal bahwa dunia sedang menutup mata,” ujar Zelenskyy dalam pidatonya pada 14 Februari.
Penghargaan dan Sanksi Balasan
Sebagai bentuk dukungan, Zelenskyy bertemu langsung dengan Heraskevych di Muenchen dan menganugerahinya Order of Freedom. Penghargaan ini diberikan atas keberanian sang atlet dalam menjunjung tinggi nilai demokrasi di kancah internasional.
Namun, Zelenskyy tidak berhenti di situ. Ia menegaskan bahwa dokumen sanksi telah disiapkan untuk dikirim ke berbagai negara di seluruh dunia. Sanksi ini menargetkan individu-individu Rusia yang bekerja mendukung agresi militer melalui platform olahraga.
Ukraina sebelumnya telah menjatuhkan sanksi serupa pada Komite Paralimpiade Rusia dan Federasi E-sports Rusia. Langkah terbaru ini menjadi pesan kuat bahwa Ukraina akan terus berjuang memulihkan keadilan, baik di medan perang maupun di arena olahraga.