JAKARTA – Pemerintah Australia menggelontorkan dana awal senilai A$3,9 miliar (sekitar Rp46 triliun) sebagai langkah awal pembangunan galangan kapal selam nuklir di Osborne, pinggiran Adelaide, Australia Selatan. Pendanaan ini menandai akselerasi signifikan program kapal selam bertenaga nuklir dengan persenjataan konvensional di bawah pakta keamanan trilateral AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan komitmen tersebut pada Minggu (15/2/2026), menyebut dana itu sebagai “uang muka” untuk fasilitas konstruksi baru yang akan menjadi pusat produksi armada kapal selam generasi mendatang Australia.
“Berinvestasi di galangan konstruksi kapal selam di Osborne sangat penting untuk menghadirkan kapal selam bertenaga nuklir dengan persenjataan konvensional milik Australia,” ujar Albanese.
Berdasarkan estimasi Australian Naval Infrastructure, total investasi pengembangan galangan kapal tersebut diproyeksikan mencapai A$30 miliar (sekitar Rp357 triliun) dalam beberapa dekade ke depan. Osborne dipilih karena menjadi basis kolaborasi utama perusahaan pertahanan Australia, ASC, dengan mitra Inggris, BAE Systems, yang akan memimpin produksi kapal selam kelas SSN-AUKUS.
Saat ini, fasilitas Osborne masih berfungsi sebagai pusat pemeliharaan utama armada kapal selam kelas Collins milik Angkatan Laut Australia. Pemerintah berencana melakukan peningkatan infrastruktur secara masif untuk menyiapkan kapasitas produksi teknologi nuklir, termasuk pembangunan fasilitas perakitan, integrasi, pengujian, serta pemeliharaan jangka panjang.
Gubernur Australia Selatan Peter Malinauskas menegaskan dana awal tersebut akan diprioritaskan bagi pembangunan infrastruktur dasar agar proyek dapat segera berjalan. “Ini hanyalah sebuah permulaan,” kata Malinauskas.
Langkah ini tidak hanya memperkuat kapabilitas pertahanan Australia di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja berkualitas tinggi serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Australia Selatan. Pengumuman tersebut menegaskan komitmen pemerintah federal dan negara bagian untuk menjadikan Osborne sebagai pusat industri kapal selam nuklir Australia dalam kerangka AUKUS.