JAKARTA – Mie instan kerap menjadi pilihan praktis saat sahur dan berbuka puasa pada bulan Ramadan. Namun, ahli gizi mengingatkan konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan dan membuat puasa terasa lebih berat.
Makanan cepat saji ini memang mudah dimasak, murah, dan disukai banyak orang. Meski demikian, kebiasaan sahur atau berbuka dengan mie instan tidak dianjurkan jika dilakukan terlalu sering. Pasalnya, mie instan tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh selama berpuasa.
Tubuh membutuhkan asupan gizi seimbang berupa protein, serat, vitamin, dan mineral agar tetap bertenaga sepanjang hari. Sayangnya, mie instan umumnya hanya tinggi karbohidrat dan natrium, tetapi rendah protein, serat, dan vitamin. Kandungan garam yang tinggi juga bisa membuat tubuh lebih cepat merasa haus.
Selain itu, mie instan termasuk makanan yang cepat dicerna sehingga rasa kenyang tidak bertahan lama. Orang yang sahur hanya dengan mie instan biasanya akan lebih cepat lapar sebelum waktu berbuka. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, pola makan menjadi tidak seimbang dan berpotensi memengaruhi kesehatan.
Untuk menyiasati hal tersebut, mie instan sebaiknya tidak dijadikan menu utama sahur atau berbuka. Makanan ini bisa dilengkapi dengan bahan bergizi lain seperti telur, sayuran, tahu, atau sumber protein lainnya. Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan energi cukup untuk beraktivitas sepanjang hari sekaligus menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.