JAKARTA – Kabar tentang cedera Kylian Mbappe di Real Madrid menjadi sorotan besar dalam sepekan terakhir setelah sang penyerang asal Prancis harus menepi dari beberapa pertandingan penting.
Kylian Mbappe dilaporkan absen dalam tiga laga terakhir bersama Real Madrid akibat masalah pada lutut yang sebenarnya sudah ia rasakan selama beberapa bulan terakhir.
Situasi ini memicu berbagai spekulasi karena penyerang berusia 25 tahun itu sebelumnya tetap bermain meski mengalami gangguan fisik, hingga akhirnya tim medis memutuskan ia harus menjalani perawatan lebih serius.
Mbappe Terbang ke Paris untuk Konsultasi Medis
Mengutip laporan Sports Illustrated, Selasa, untuk menangani cedera tersebut, Mbappe diketahui terbang ke Paris guna berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Namun selama berada di ibu kota Prancis itu, publik dikejutkan dengan beredarnya foto Mbappe yang tampak menikmati waktu bersama mantan rekan setimnya di Paris Saint-Germain, yakni Achraf Hakimi.
Ia juga terlihat bersama aktris Spanyol Ester Expósito yang disebut-sebut sebagai kekasihnya.
Kemunculan gambar tersebut langsung memicu kritik dari sejumlah media yang menilai sang pemain seharusnya lebih fokus pada proses pemulihan daripada bersantai.
Di sisi lain, situasi ini membuat sebagian penggemar kebingungan karena Mbappe beberapa kali masuk dan keluar dari daftar skuad pertandingan dalam beberapa pekan terakhir.
Santi Cañizares Bela Komitmen Mbappe
Meski kritik bermunculan, mantan kiper La Liga sekaligus analis sepak bola Santi Cañizares memberikan pembelaan terhadap Mbappe.
Menurutnya, komitmen sang bintang kepada klub tidak layak dipertanyakan mengingat ia sudah berusaha bermain dalam kondisi tidak sepenuhnya fit selama beberapa bulan.
“Dia sudah bermain dalam kondisi cedera selama dua bulan dan tidak ada cara untuk mengembalikannya ke kondisi benar-benar bugar, jadi ada saatnya dia harus berpikir… ‘Saya sudah mencoba segalanya.’ ”
“Namun komitmennya kepada Real Madrid tidak bisa diragukan. Setelah dua bulan mencoba mengatasi gangguan kecil yang kemudian berubah menjadi cedera, sekarang saya akan menunggu sampai dia benar-benar fit.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Mbappe sebenarnya sudah berupaya keras untuk tetap membantu tim meskipun kondisi fisiknya tidak ideal.
Mesin Gol Real Madrid yang Tak Tergantikan
Kehilangan Mbappe jelas menjadi pukulan besar bagi Real Madrid musim ini.
Penyerang tim nasional Prancis itu tampil sebagai mesin gol utama klub dengan torehan 38 gol dari 33 pertandingan di semua kompetisi sebelum cedera memaksanya menepi.
Produktivitas luar biasa tersebut bahkan tercipta ketika ia masih bermain sambil menahan rasa sakit pada lututnya.
Tanpa kontribusi gol Mbappe, situasi Real Madrid diyakini bisa jauh lebih sulit dibanding kondisi mereka saat ini.
Target Gelar dan Fokus Menuju Piala Dunia
Meski sedang menjalani pemulihan, Mbappe tetap memiliki ambisi besar untuk membantu Real Madrid meraih trofi musim ini.
Los Blancos masih memiliki peluang dalam perburuan gelar La Liga serta kompetisi elit Eropa, UEFA Champions League.
Namun ada faktor lain yang juga menjadi perhatian Mbappe, yaitu kalender FIFA World Cup yang hanya berlangsung setiap empat tahun sekali.
Karena itu, menjaga kebugaran tubuh menjadi prioritas penting agar ia tidak melewatkan turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Absen Lawan Manchester City di Liga Champions
Dalam perkembangan terbaru, Mbappe dipastikan tidak akan tampil pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.
Meski demikian, peluangnya untuk kembali bermain pada leg kedua masih terbuka jika proses pemulihannya berjalan sesuai rencana.
Keputusan apakah ia akan dimainkan atau tidak nantinya sangat bergantung pada kondisi kebugarannya serta situasi agregat pertandingan saat itu.***