JAKARTA – Lonjakan jumlah korban jiwa akibat banjir besar di kawasan Asia Tenggara mencapai 245 orang hingga Jumat (28/11/2025), sementara operasi penyelamatan dan pemulihan terus berlangsung di titik-titik terdampak.
Laporan The Straits Times menyebut Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand menghadapi dampak paling berat setelah sepekan diguyur hujan ekstrem yang dipicu siklon dan kemunculan badai tropis langka di kawasan Selat Malaka.
Di wilayah Sumatra, Indonesia, otoritas memastikan 90 warga meninggal dunia dan sebagian daerah masih terisolasi karena terputusnya jaringan komunikasi.
Vietnam melaporkan jumlah korban tewas tertinggi dengan 98 orang, memperlihatkan skala kerusakan yang meluas sejak hujan ekstrem melanda negara tersebut.
Thailand turut mencatat kerusakan besar, di mana sedikitnya 55 jenazah ditemukan di provinsi Songkhla meski curah hujan di Hat Yai sudah mereda namun genangan air setinggi mata kaki dan pemadaman listrik masih berlangsung.
Warga Thailand mulai menghitung kerugian yang mereka alami selama seminggu terakhir, dengan sejumlah penduduk mengaku kehilangan semua harta benda yang mereka miliki tanpa satu pun kalimat kutipan diubah seperti “mereka telah kehilangan segalanya.”
Di Malaysia, dua orang meninggal setelah badai tropis Senyar menghantam daratan pada Kamis (27/11/2025) sebelum akhirnya melemah di kawasan pesisir.
Otoritas meteorologi regional masih siaga menghadapi potensi hujan deras dan angin kencang serta mengeluarkan peringatan gelombang tinggi bagi kapal berukuran kecil.
Jumlah warga yang bertahan di pusat evakuasi tercatat 30.000 orang, turun dari 34.000 pada hari sebelumnya seiring meningkatnya akses bantuan ke wilayah tergenang.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyampaikan bahwa mereka telah mengevakuasi 1.459 warganya dari Thailand dan masih berupaya menolong sekitar 300 orang lainnya yang terperangkap di zona banjir.***