Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memilih tidak menanggapi usulan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terkait wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pemulihan Indonesia dari bencana besar yang melanda sejumlah wilayah.
“Ya kita seperti yang saya sampaikan, kita mikir Indonesia pulih dulu dari bencana baru bicara hal tersebut,” kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Saat ini, tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—sedang berupaya bangkit setelah dihantam banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan luas serta korban jiwa dalam jumlah besar.
Dasco menilai pembahasan mengenai pemilihan kepala daerah maupun revisi UU Pemilu masih terlalu dini, mengingat pemilu berikutnya baru berlangsung empat tahun lagi.
“Nanti ngomongin RUU Pemilu, urusan koalisi permanen, urusan politik nanti saja setelah Indonesia kembali normal dan saudara kita sudah pulih,” ujar ketua harian Partai Gerindra itu.
Latar Belakang Usulan
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia kembali mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD pada pemilu berikutnya. Usulan itu disampaikan dalam perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jumat (5/12/2025), di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bahlil menilai sistem tersebut lebih efisien dan mengurangi kerumitan politik dalam proses pilkada, meski mengakui adanya pro dan kontra serta perlunya kajian mendalam.
“Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPR saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR kabupaten/kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” ujar Bahlil.
Wacana ini bukan kali pertama disampaikan—Bahlil telah menyuarakannya di berbagai kesempatan, termasuk saat pembukaan Musda DPD I Golkar Sulawesi Tenggara pada 2 November 2025.