Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi pengejaran menegangkan di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sebuah mobil Toyota Fortuner putih tampak dipacu kencang, sementara di belakangnya, sebuah ambulans terus membuntuti dengan sirene yang meraung memecah keheningan jalan raya.
Dalam video tersebut, terlihat jelas pintu kanan Fortuner dalam kondisi ringsek. Sang perekam video terus berteriak meminta pengemudi mobil mewah itu untuk menepi. “Bu, hey, berhenti dulu, bu. Berhenti dulu!” seru suara dalam rekaman tersebut.
Drama Penghadangan di Jalan Raya
Aksi kejar-kejaran itu berakhir setelah ambulans berhasil memotong jalur dan menghadang laju Fortuner. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa pengemudi Fortuner diduga mencoba melarikan diri setelah terlibat kecelakaan dengan pengendara sepeda motor.
Pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengklarifikasi kejadian pada Kamis sore (26/2/2026) tersebut. “Betul ada kecelakaan yang melibatkan satu unit mobil dan satu unit motor. Fortuner rusak di bagian kanan, sementara motor ringsek di bagian depan,” ungkap Aipda Jaja dari Unit Laka Lantas UPT Mekarsari Cileungsi.
Niat Menepi atau Melarikan Diri?
Berdasarkan hasil olah TKP, insiden bermula saat Fortuner hendak memutar arah di Jalan Baru Cileungsi. Di saat bersamaan, sebuah motor melaju dari arah yang sama hingga benturan tak terelakkan terjadi.
Namun, ada dua versi cerita yang muncul di lokasi kejadian:
-
Versi Warga/Saksi: Mobil dianggap sengaja tancap gas untuk menghindari tanggung jawab, sehingga memicu pengejaran oleh unit ambulans yang berada di lokasi.
-
Versi Pengemudi Fortuner: Pihak pengemudi berdalih tidak berniat kabur. Ia mengaku hanya mencari tempat yang aman untuk menepi dan memutar balik guna menemui korban, namun karena jaraknya cukup jauh, warga terlanjur menganggapnya melarikan diri.
Berakhir di Jalur Damai
Meski sempat tegang dan diwarnai aksi penghadangan, kasus ini berakhir dengan antiklimaks yang menyejukkan. Beruntung, pengendara motor hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk duduk bersama dan menyelesaikan sengketa tersebut secara kekeluargaan. Kendaraan yang terlibat sempat diamankan ke kantor Gakkum Mekarsari sebelum akhirnya urusan dinyatakan selesai tanpa jalur hukum lebih lanjut.