JAKARTA – Bandara Internasional Dubai (DXB), yang dikenal sebagai bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, menghentikan operasional pada Sabtu setelah terjadi pencegatan udara di kawasan tersebut menyusul serangan dari Iran.
“Demi keselamatan penumpang, staf bandara, dan awak maskapai, operasional di Bandara Internasional Dubai (DXB) telah ditangguhkan sementara,” kata Kantor Media Dubai pemerintah dalam sebuah unggahan di media sosial yang dilansir Hurriyet Daily News, Sabtu (7/3/2026).
Pengumuman itu muncul tak lama setelah sebuah objek dicegat di dekat bandara. Seorang saksi mata kepada AFP menyebut adanya ledakan keras disertai kepulan asap. Data dari Flightradar24 memperlihatkan sejumlah pesawat sempat berputar-putar di atas bandara menunggu instruksi.
Meski serangan drone harian masih menargetkan lokasi di Uni Emirat Arab, sebagian penerbangan dari Dubai kembali beroperasi pada Senin. Namun, Emirates—maskapai terbesar di Timur Tengah—menyatakan pada Sabtu bahwa seluruh penerbangan ke dan dari Dubai ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Mohon jangan pergi ke bandara,” kata maskapai tersebut.
Dubai Tegaskan Insiden Biasa
Pemerintah Dubai menegaskan insiden itu hanya berupa “jatuhnya puing-puing setelah upaya pencegahan” dan tidak menimbulkan korban. Mereka juga membantah kabar yang beredar di media sosial terkait insiden di DXB.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyebut sistem pertahanan udara sedang menghadapi ancaman rudal dan drone dari Iran, tanpa merinci target serangan.
Sabtu sebelumnya, empat karyawan terluka dan sebuah terminal rusak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan AS-Israel terhadap Iran. Operator Dubai Airports menyatakan insiden tersebut “dengan cepat dikendalikan”.
Serangan Iran juga menghantam bandara Abu Dhabi, kawasan Palm Jumeirah, hotel Burj Al Arab, serta memicu kebakaran di konsulat AS di Dubai akibat puing drone pada Selasa.