JAKARTA – Banjir Cibubur kembali menjadi sorotan setelah genangan air lebih dari satu meter memaksa petugas mengevakuasi warga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu malam.
Peristiwa banjir Cibubur ini terjadi di Jalan H. Syarif RT 08/RW 10, Kelurahan Cibubur, dengan ketinggian air mencapai sekitar 105 sentimeter yang merendam permukiman warga.
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada pukul 18.05 WIB terkait kondisi darurat akibat banjir.
“Evakuasi enam warga dilakukan setelah ketinggian air mencapai lebih dari satu meter dan merendam permukiman warga,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Tim langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa satu unit light rescue yang diisi empat personel untuk melakukan penanganan cepat di area terdampak.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 18.31 WIB, petugas segera melakukan asesmen kondisi lapangan sebelum memulai proses evakuasi terhadap warga yang terjebak di dalam rumah.
Dalam operasi tersebut, sebanyak enam jiwa berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman setelah menghadapi kondisi genangan air yang cukup tinggi dan berisiko.
“Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” katanya.
Proses penyelamatan berlangsung lebih dari satu jam hingga akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 19.41 WIB dengan seluruh personel kembali dalam kondisi aman.
“Lebaran hari pertama ini evakuasi berjalan lancar meski di tengah kondisi genangan air yang cukup tinggi,” ucap Muchtar.
Kejadian ini menegaskan bahwa banjir Cibubur masih menjadi ancaman nyata, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan luapan air di wilayah rawan.
Pihak Gulkarmat mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan penting bagi warga Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim hujan.***