JAKARTA – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia memasuki awal Februari 2025 dengan dampak yang cukup signifikan. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mencatat sejumlah daerah terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Fenomena ini terus menambah perhatian terhadap kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim. Berikut adalah informasi terkini terkait penanganan bencana dan update banjir di berbagai daerah Indonesia per 1 Februari 2025.
Banjir di NTB dan Jabar
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), banjir bandang akibat hujan lebat dan angin kencang menerjang Kabupaten Sumbawa. Desa Labuhan Bontong di Kecamatan Tarang terdampak parah dengan 478 KK (1.483 jiwa) harus menghadapi genangan air yang belum surut hingga Jumat (31/1). Sementara itu, banjir rob juga melanda Desa Labuhan Sumbawa, mempengaruhi 100 KK dan menyebabkan kerusakan pada dua unit tanggul.
Di Jawa Barat, Kabupaten Bogor dilanda angin kencang pada 28 Januari 2025. Desa Megamendung dan Caringin yang terdampak mengalami kerusakan pada rumah warga, dengan 13 KK (44 jiwa) menjadi korban. Sebuah langkah cepat dilakukan warga dengan melakukan perbaikan atap rumah yang rusak. Selain itu, banjir di Kabupaten Bandung telah merendam lebih dari 2.500 KK, namun genangan air kini mulai surut.
Banjir Meluas di Riau dan Kalimantan Barat
Banjir besar di Provinsi Riau, terutama di Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir, mempengaruhi ribuan kepala keluarga. Di Kabupaten Rokan Hulu, banjir telah merendam 1.332 KK, sementara di Rokan Hilir, sekitar 500 KK terdampak dengan tinggi muka air hanya sekitar 20 cm. Di Kalimantan Barat, genangan air semakin meluas, dengan Kabupaten Sambas dan Landak yang belum surut. Di Sambas, dua korban jiwa dilaporkan, sementara lebih dari 13.000 KK terkena dampaknya.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, BNPB bersama dengan pemerintah daerah mengirimkan bantuan senilai lebih dari Rp 2,3 miliar ke lima kabupaten terdampak di Kalbar. Bantuan tersebut meliputi dana siap pakai (DSP), perahu karet, dan mesin pompa alkon untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Hujan di Kalbar
Sebagai langkah respons cepat, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Barat. Operasi yang dilaksanakan dengan penyebaran garam ini bertujuan untuk mengurangi curah hujan yang tinggi, sehingga mencegah meluasnya banjir. Dalam dua hari berturut-turut, garam sebanyak 3 ton disebar di wilayah Kalbar untuk menurunkan intensitas hujan.
Kesiapsiagaan Masyarakat Diperlukan Menghadapi Potensi Bencana
Mengingat potensi bencana yang masih tinggi selama puncak musim hujan, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi lainnya. Peringatan dini cuaca memperkirakan hujan lebat di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, NTB, Kalimantan Timur, dan Papua. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi bencana, terutama dalam hal evakuasi dan penanggulangan dampaknya.