JAKARTA – New South Wales diterjang banjir besar terparah dalam puluhan tahun terakhir.
Lima nyawa melayang, lebih dari 50.000 warga terisolasi, dan ribuan rumah hancur akibat curah hujan ekstrem yang memicu bencana skala besar di wilayah timur Australia.
Cuaca buruk mengguncang Australia Timur dengan intensitas yang belum pernah terlihat dalam dekade terakhir.
Hujan deras selama beberapa hari menghantam wilayah pesisir utara New South Wales, mengubah kota-kota menjadi lautan air dan mengisolasi puluhan ribu penduduk.
Setidaknya lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir yang memutus akses jalan, merusak rumah, dan menenggelamkan kawasan pemukiman.
Di tengah kondisi darurat, layanan penyelamatan bekerja sepanjang waktu mengevakuasi korban, sementara helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan pakan ternak ke area pertanian yang tak terjangkau jalur darat.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa ancaman bencana belum berakhir, seiring beberapa wilayah masih berada dalam status siaga tinggi.
Kondisi Krisis Masih Berlangsung di New South Wales
Banjir bandang yang melanda wilayah tenggara Australia ini menyebabkan lebih dari 32.000 warga masih terjebak di kawasan yang terputus total.
Jalan-jalan utama tertutup air hingga setinggi kap mobil, sementara papan penunjuk nyaris tak terlihat.
Sekitar 10.000 properti mengalami kerusakan signifikan, baik dari genangan air, longsor, hingga tiupan angin kencang yang menyertai badai.
Pemerintah negara bagian New South Wales telah mengerahkan bantuan udara secara masif, termasuk 43 kali pengiriman menggunakan helikopter dan sekitar 130 drop bantuan lainnya, yang difokuskan pada suplai pakan dan layanan kesehatan untuk hewan ternak.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa upaya pemulihan sudah dimulai, namun ia menegaskan, “Kondisi di lokasi terdampak masih kritis.”
Pemicu Cuaca Ekstrem
Banjir parah ini menambah daftar panjang bencana yang dialami Australia dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah sebelumnya diguncang oleh kebakaran hutan dan kekeringan hebat, kini Australia kembali diuji oleh bencana alam yang kian sering terjadi—fenomena yang dikaitkan erat dengan perubahan iklim global.
“Peristiwa cuaca ekstrem seperti ini menjadi semakin lazim, dan perubahan iklim jelas berperan di dalamnya,” ungkap para ahli lingkungan yang memantau tren cuaca di Australia.
Banjir ini bukan hanya soal genangan air, tetapi mencerminkan krisis iklim yang nyata dan semakin mendesak penanganannya.***