Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan Bekasi sejak Rabu malam hingga Kamis (22/1/2026) menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan mengerahkan personel gabungan untuk menangani dampak bencana dan memastikan keselamatan warga.
Personel yang dikerahkan berasal dari Satuan Brimob, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), serta Direktorat Samapta (Ditsamapta). Fokus utama operasi adalah evakuasi warga terdampak, pengamanan lingkungan, serta pengaturan lalu lintas di titik-titik genangan.
“Brimob, Lantas, dan Polair kami kerahkan secara terpadu di lokasi banjir dan genangan untuk memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran lalu lintas, serta menjamin aktivitas warga tetap berjalan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Ribuan Warga Mengungsi
Situasi paling berat tercatat di wilayah Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menyampaikan, hingga Kamis malam pukul 23.00 WIB, terdapat 145 titik banjir di 12 kecamatan. Sebanyak 17 titik pengungsian disiapkan untuk menampung 1.342 kepala keluarga yang terpaksa meninggalkan rumahnya.
Di Kabupaten Bekasi, banjir meluas ke 20 kecamatan dan menggenangi ribuan rumah. Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menyebut sekitar 21.260 warga terdampak, dengan 270 orang harus mengungsi karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati.
Sementara itu di Jakarta, data BPBD DKI Jakarta per Jumat (23/1/2026) pukul 12.00 WIB mencatat 143 RT dan 16 ruas jalan masih terendam. Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan genangan terbanyak, mencapai 66 RT, dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 120 sentimeter.
Evakuasi dan Bantuan Kemanusiaan
Di lapangan, aparat gabungan melakukan evakuasi warga, pendistribusian makanan, pendirian dapur lapangan, layanan kesehatan, hingga patroli pengamanan untuk mencegah tindak kriminal. Brimob Polda Metro Jaya mendirikan dapur lapangan di Cikarang Utara guna memenuhi kebutuhan logistik pengungsi.
Tim SAR Ditpolairud juga diterjunkan menggunakan perahu karet dan skiff boat untuk mengevakuasi warga di kawasan Pondok Karya, Mampang, Jakarta Selatan, yang terendam banjir setinggi 30–60 sentimeter.
Secara nasional, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa bersama TNI, telah disiagakan 128.247 personel gabungan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera menghubungi nomor darurat 112 apabila membutuhkan bantuan.