KUDUS – Kondisi banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus menunjukkan pemulihan signifikan seiring surutnya genangan air yang memungkinkan ribuan warga kembali ke rumah setelah berminggu-minggu bertahan di lokasi pengungsian.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kudus per Sabtu (24/1), sebanyak 11 titik pengungsian resmi ditutup, menyisakan empat lokasi aktif yang masih menampung 742 jiwa atau 284 kepala keluarga dari total awal 2.467 jiwa atau 958 kepala keluarga di 15 titik pengungsian.
Selama masa tanggap darurat banjir, operasional 23 dapur umum menjadi tulang punggung distribusi logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar ribuan pengungsi di berbagai wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji menjelaskan proses pemulangan dilakukan bertahap dari sejumlah titik pengungsian utama seperti Balai Desa Payaman, Gedung DPRD Kabupaten Kudus, dan Gedung PDI Perjuangan.
“Pengungsi yang pulang hari ini warga Desa Payaman, gedung DPRD dan gedung PDI Perjuangan serta warga Desa Jepang Pakis, Besok yang pulang warga Desa Jetis Kapuan dan warga Karangrowo yang berada di Baldes setempat”, katanya.
Setiap keluarga yang dipulangkan dibekali bantuan sembako agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dasar saat membersihkan rumah dan memulai kembali aktivitas sehari-hari.
PLT Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyatakan pihaknya turut mengerahkan armada truk dan mobil patroli untuk memulangkan 916 orang dari lokasi pengungsian DPRD Kecamatan Jati menuju rumah masing-masing.
Pengungsi yang dipulangkan berasal dari Desa Payaman Kecamatan Mejobo, Desa Karangrowo dan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan, serta Desa Banget Kecamatan Kaliwungu.
“Sebelum pemulangan, petugas gabungan melakukan pengecekan terlebih dahulu rumah warga, akses jalan, dan lingkungan sekitar. Ketika dipastikan aman akhirnya diijinkan pulang”, ujarnya.
Proses pemulangan melibatkan sinergi BPBD Kudus, Satpol PP, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan dengan pengawalan dan pendampingan terpadu.
Secara total, sebanyak 364 kepala keluarga atau 916 jiwa telah kembali ke rumah, terdiri dari 701 warga Desa Karangrowo, 211 warga Desa Ngemplak, dan 4 warga Desa Banget.***
