JAKARTA – Hujan lebat yang mengguyur Provinsi Lampung sejak Jumat (6/3/2026) pukul 15.00 WIB memicu luapan sungai dan banjir bandang yang merendam puluhan permukiman warga.
Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian, serta ratusan rumah terendam di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Data kaji cepat Direktorat Koordinasi Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 23 desa dan kelurahan terdampak banjir.
Di Kabupaten Lampung Selatan, banjir melanda dua kecamatan, yaitu Jati Agung dan Tanjung Bintang. Wilayah yang paling parah berada di Kecamatan Jati Agung, meliputi Desa Way Huwi, Kelurahan Way Galih, Desa Karang Sari, Desa Gedung Harapan, Desa Karang Anyar, serta Desa Marga Agung.
Sementara itu, di Kota Bandar Lampung, genangan air merendam 13 kecamatan dengan 17 kelurahan. Kecamatan terdampak antara lain Sukarame, Tanjung Senang, Enggal, Tanjung Karang Barat, Way Halim, Rajabasa, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang, Sukabumi, Tanjung Karang Pusat, Kedamaian, dan Langkapura.
Adapun kelurahan yang terdampak meliputi Sukarame Baru, Korpri Jaya, Way Dadi, Labuhan Dalam, Suka Jawa, Jagabaya, Perumnas, Sawah Lama, Gotong Royong, Kalibalau Kencana, serta Gunung Terang.
Di Lampung Selatan tercatat 444 kepala keluarga atau sekitar 444 unit rumah warga terendam, dengan satu orang dilaporkan hilang. Sementara di Bandar Lampung, satu warga meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Banjir ini memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung segera bergerak cepat menangani dampak bencana. Kedua instansi tersebut berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk melakukan pendataan korban serta kerusakan.
Tim BPBD Bandar Lampung telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak genangan air. Sementara itu, tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban hilang di kedua wilayah terdampak.
Penanganan darurat melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat yang bersama-sama membersihkan lumpur serta mendistribusikan bantuan awal bagi korban terdampak.
Hingga Jumat malam, sebagian besar wilayah di Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung dilaporkan mulai surut. Meski demikian, petugas masih terus melakukan evakuasi, pendataan kerugian, serta memantau titik-titik rawan banjir.
Operasi pencarian dua korban hilang akan dilanjutkan pada Sabtu (7/3/2026).
Provinsi Lampung sendiri masih berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status tersebut diperpanjang berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/683/VI.08/HK/2025 hingga 27 Juli 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat di daerah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan aparat setempat serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar,” ujarnya.
BNPB juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Lampung. Informasi terbaru akan terus diperbarui melalui kanal resmi pemerintah daerah dan BNPB.