Kabar gembira datang dari sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 justru mengalami lonjakan signifikan dan dipastikan tidak akan dipangkas demi mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam Rapat Koordinasi di Surabaya (19/2/2026), Abdul Mu’ti menepis kekhawatiran publik mengenai pergeseran dana pendidikan. Sebaliknya, ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menambah alokasi tersebut untuk menopang kebutuhan baru.
“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG. Kami di Kemendikdasmen bahkan mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT),” ujar Mu’ti di hadapan jajaran menteri lainnya.
Alokasi Fantastis Rp769,08 Triliun
Pemerintah telah mematok anggaran pendidikan dalam APBN 2026 sebesar Rp769,08 triliun. Angka ini merupakan realisasi dari amanat konstitusi sebesar 20 persen dari total belanja negara, sekaligus mencatatkan diri sebagai alokasi pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Angka tersebut naik sekitar 6,2 persen dibandingkan tahun 2025. Adapun rincian distribusinya adalah:
-
Belanja Pemerintah Pusat: Rp470,46 triliun (Termasuk alokasi Badan Gizi Nasional untuk program MBG).
-
Transfer ke Daerah: Rp264,62 triliun.
-
Pembiayaan: Rp34 triliun.
Selain urusan gizi, pemerintah tetap tancap gas dalam perbaikan infrastruktur sekolah. Mu’ti membandingkan bahwa meski pagu awal revitalisasi satuan pendidikan dalam APBN 2026 menyasar 11.000 sekolah, Presiden Prabowo memberikan dukungan tambahan untuk menjangkau 60.000 satuan pendidikan lainnya.
Hal ini membuktikan komitmen pemerintah bahwa peningkatan gizi siswa melalui program MBG harus berjalan selaras dengan perbaikan fasilitas tempat mereka belajar. Dengan sinergi antara Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Kesehatan, dan Badan Gizi Nasional, tahun 2026 diproyeksikan menjadi tahun transformasi besar bagi kualitas SDM Indonesia.