JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan siap total mengawal keamanan dan kelancaran masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Nataru 2025/2026 yang dipimpin Menko PMK Pratikno di Jakarta, Senin (8/12).
Operasi Siaga SAR Khusus Nataru akan digelar secara masif dengan tiga fokus utama: mendukung kelancaran arus mudik dan balik, memastikan respons cepat terhadap keadaan darurat, serta memperkuat kolaborasi lintas instansi bersama kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan komunitas potensi SAR.
Sebanyak 4.048 personel inti Basarnas terdiri dari unsur kantor pusat, 45 Kantor SAR di seluruh Indonesia, Basarnas Special Group (BSG), hingga kru helikopter akan diterjunkan 24 jam penuh. Kekuatan ini diperkuat 17.076 personel potensi SAR dari berbagai elemen masyarakat dan relawan.
Jaringan pengamanan darat, laut, dan udara mencakup:
- 45 Kantor SAR
- 89 Pos SAR
- 77 Unit Siaga SAR
- 159 posko mandiri
- 444 posko gabungan
- Posko Pusat di Basarnas Command Center Jakarta
Titik-titik krusial yang menjadi prioritas pengamanan meliputi pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal bus, stasiun kereta api, jalur tol, kawasan rawan bencana, hingga destinasi wisata populer yang diprediksi ramai dikunjungi.
Seluruh armada pendukung seperti rescue truck, rescue car, rubber boat, ATV, hingga helikopter telah dicek kesiapannya dan berada dalam kondisi optimal.
“Basarnas menyiagakan seluruh jajaran dan sarana prasarana selama 24 jam non-stop untuk memastikan masyarakat dapat menjalani libur Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” tegas Sekretaris Utama Basarnas, Abdul Haris Achadi.
Dengan pengerahan sumber daya sebesar ini, Basarnas menegaskan komitmennya memberikan rasa aman bagi jutaan pemudik dan wisatawan yang akan memanfaatkan libur panjang akhir tahun 2025 hingga awal 2026.