JAKARTA – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan misi pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Separatis Teroris Papua (KST Papua) harus dilakukan dengan cara-cara smart.
“Itu tadi kan saya selalu sampaikan kita menggunakan cara2 yang smart, yang tidak timbulkan pada masyarakat,” katanya kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (6/10/2023).
Menurut Mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu menegaskan upaya pembebasan sandera harus melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
“Kita tetap upayakan dengan tokoh agama tokmas setempat, bisa melaksanakan nego untuk itu,” jelasnya.
Menurutnya, dalam mengatasi KST Papua tidak harus menggunakan kekuatan militer. Pasalnya akan merugikan dan lebih berat untuk Indonesia.
“Saya tidak mungkin menggunakan tenaga kekuatan militer hanya untuk itu, yang justru dampaknya akan lebih besar lebih berat untuk Indonesia, untuk masyarakat khususnya di Papua apabila saya akan gunakan Operasi militer,” jelasnya.
Yudo menegaskan pihaknya terus melakukan negosiasi dengan tokoh masyarakat setempat.
“Kita kedepankan terus negosiasi, kita kedepankan tokoh-tokoh agama tokmas,” tutupnya.