JAKARTA – Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno (Si Doel) menyoroti maraknya aksi tawuran di Jakarta yang kerap melibatkan anak putus sekolah dan pengangguran. Ia menilai, akar permasalahan harus diatasi agar tawuran tidak terus berulang.
“Kemarin saya sengaja berkunjung ke daerah Cipinang (Jakarta Timur), karena terindikasi tawuran kampung di sana cukup tinggi,” ujarnya di Taman Sari, Jakarta Barat.
Menurutnya, Cipinang menjadi salah satu wilayah dengan intensitas tawuran yang mengkhawatirkan. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan bahwa aksi tawuran direkam dan dijadikan konten untuk kepentingan tertentu.
Hal ini, menurutnya, sangat memprihatinkan dan bisa menjadi pemicu tawuran di daerah lain. “Kemarin kita ketemu dengan kelompok-kelompok itu, yuk kita ngobrol permasalahan apa sih? Inti permasalahan misalnya ekonomi, banyak yang tidak kerja, putus sekolah banyak,” tuturnya.
Rano menekankan bahwa banyaknya pengangguran dan anak putus sekolah menjadi faktor utama pemicu tawuran. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya berencana menciptakan 500 ribu lapangan pekerjaan di Jakarta.
“Makanya kemarin saya sampaikan, Jakarta akan menciptakan 500 ribu lapangan kerja. Misalnya PPSU, PPSU itu kan pasukan oranye yang dahulu mungkin ijazah SMP, besok gak perlu pakai ijazah, yang penting bisa baca tulis cukup,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat yang kurang beruntung dapat menjadi solusi untuk menekan angka tawuran. Salah satunya, dengan memberi kesempatan melamar pekerjaan sebagai PPSU tanpa harus memiliki ijazah formal.
“PPSU itu bukan pekerja rendah, tapi mereka gajinya UMR, jadi bukan dilihat sebelah mata. Artinya, memang tugasnya merapikan kota, segala macem, nah itu juga bagian dari lapangan kerja yang kita ciptakan,” pungkasnya.