Ratu Maxima dari Belanda melakukan kunjungan ke Solo dan Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (25/11/2025) sebagai bagian dari misi globalnya untuk memperkuat kesehatan finansial masyarakat Indonesia.
Dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), ia bertemu langsung dengan pekerja garmen, pengrajin batik, dan pelaku usaha mikro untuk memahami tantangan keuangan yang mereka hadapi sehari-hari.
Kunjungan ke Pabrik Garmen dan Kampung Batik
Agenda dimulai di PT Glory Industrial, Kecamatan Ngrampal, Sragen, sekitar pukul 10.36 WIB. Di pabrik tekstil tersebut, Ratu Maxima meninjau Program Reimagining Industries to Support Equality (RISE), sebuah inisiatif global yang menyediakan pelatihan literasi dan manajemen keuangan bagi pekerja—khususnya perempuan. Melalui program ini, karyawan menerima gaji secara elektronik serta mendapatkan pembinaan terkait penganggaran dan menabung.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut positif kunjungan tersebut dan menjelaskan bahwa PT Glory dipilih karena dinilai berhasil menjalankan program kesehatan finansial bagi karyawannya. “Program kesehatan finansial yang diberikan perusahaan bagi karyawan dianggap sangat positif,” ujarnya.
Pada sore hari, Ratu Maxima melanjutkan kunjungan ke Kampung Batik Laweyan, Solo, sekitar pukul 15.16 WIB. Ia mencoba membatik menggunakan canting dan berbincang dengan Eny Zaqiyah, pembatik sekaligus nasabah Amartha.
“Terima kasih sudah mengajari membatik, tapi sepertinya saya tidak akan jadi pembatik,” seloroh Ratu Maxima yang disambut tawa. Eny mengungkapkan bahwa selama tiga tahun menjadi nasabah Amartha, usahanya berkembang pesat dan kerap diundang mengikuti pameran.
Fokus pada Kesehatan Finansial
Ratu Maxima menegaskan bahwa tujuan utama kunjungannya adalah mendengar langsung kondisi finansial masyarakat dari berbagai kelompok. “Kami ingin memahami bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari agar mampu bertahan hingga akhir bulan,” jelasnya.
Ia mengapresiasi pencapaian Indonesia dalam inklusi keuangan yang telah mencapai lebih dari 80 persen penduduk memiliki rekening bank. Namun, menurutnya, akses saja tidak cukup. “Kita perlu membantu mereka bukan hanya agar bisa melakukan pembayaran, tetapi juga mewujudkan impian mereka dan memiliki perlindungan saat terjadi sesuatu,” katanya.
Kepala Eksekutif OJK untuk Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa konsep financial health kini menjadi fokus baru OJK. “Financial health menekankan kemampuan masyarakat merencanakan kebutuhan keuangan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ratu Maxima akan berada di Indonesia hingga 27 November 2025 dan dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas temuan dari kunjungannya. Selain itu, ia akan berdiskusi dengan OJK mengenai upaya pencegahan penipuan serta penggunaan layanan keuangan yang aman. Ini merupakan kunjungannya yang keempat ke Indonesia, setelah sebelumnya datang pada 2012, 2016, dan 2018.