Fernando Alonso menegaskan bahwa tim Aston Martin “tidak boleh menyerah” setelah akhir pekan yang menyakitkan di Grand Prix Australia, namun ia mengakui bahwa “tidak akan ada perbedaan” saat berlaga di China nanti.
Tim yang bermarkas di Silverstone ini berjuang melawan berbagai masalah mekanis pada unit tenaga Honda sepanjang akhir pekan di Melbourne, yang sangat membatasi waktu tempuh mereka di lintasan.
Alonso sempat melakukan lompatan luar biasa dari posisi ke-17 di grid ke posisi ke-10 saat start, sebelum akhirnya merosot kembali. Ia kemudian menjalani pit stop pertama yang sulit di bawah bendera Virtual Safety Car, lalu kembali ke pit hanya dua lap kemudian. Tim menarik mobilnya ke garasi untuk melakukan penyesuaian yang memakan waktu hingga 16 menit 12 detik.
Ia sempat dikirim kembali ke lintasan untuk menjadikan sisa balapan sebagai sesi uji coba, sebelum tim akhirnya memanggilnya masuk di lap ke-21 guna menghemat baterai dan komponen lainnya.
Sementara itu, rekan setimnya, Lance Stroll, tertahan di barisan belakang sebelum menjalani pit stop serupa selama 18 menit 1 detik untuk melakukan perubahan teknis. Setelah menempuh beberapa kilometer pengujian, ia juga diputuskan untuk berhenti (retired) setelah menyelesaikan 43 lap.
Ancaman di GP China
Dengan keterbatasan suku cadang baterai dari Honda saat ini, Alonso memperingatkan bahwa GP China akhir pekan depan kemungkinan besar akan menjadi kelanjutan dari penderitaan Aston Martin.
“Sama saja, tidak akan ada bedanya,” tegasnya. “Kami akan menggunakan mobil dan unit tenaga yang sama pekan depan. Jadi saya memperkirakan akhir pekan yang berat lagi. Tapi sementara itu, kita tidak boleh menyerah.”
Alonso juga mencatat bahwa masalah getaran (vibration) masih sangat mengganggu pembalap: “Rasanya tidak enak mengemudi dengan tingkat getaran seperti ini. Honda merasa getaran baterai sudah berkurang sejak Bahrain, tapi hal itu belum terasa pada sasis karena mereka perlu mengisolasi baterai dengan cara yang berbeda.”
Bos Aston Martin Tetap Optimis
Meskipun hasil balapan mengecewakan, Mike Krack selaku Chief Trackside Officer Aston Martin melihat sisi positif dari jarak tempuh yang berhasil dicapai.
“Dari sudut pandang performa, hari ini mungkin bukan hari terbaik dalam sejarah. Namun sebagai tim, ini hari yang baik bagi kami bersama mitra kami dalam hal jarak tempuh dan reliabilitas. Hari ini adalah hari di mana kami belajar paling banyak sejauh ini,” ujar Krack.
Mengenai penarikan kedua mobil sebelum finis, Krack mengakui keterbatasan suku cadang: “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kami tidak kaya akan suku cadang. Tidak banyak yang bisa diraih dari posisi kami saat itu, jadi kami memutuskan bersama untuk menghemat komponen.”
Sementara itu, pihak Honda (HRC) masih bungkam mengenai ketersediaan baterai untuk seri Shanghai. General Manager HRC, Shintaro Orihara, hanya menyatakan bahwa mereka sedang bekerja keras untuk memasok lebih banyak baterai sesegera mungkin.