JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah yang melanda Pulau Jawa menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah, terutama di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Di Jawa Tengah, banjir akibat meluapnya Anak Sungai Karangwaru merendam Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, dengan ketinggian air mencapai 50 cm pada Jumat (28/3).
Sementara itu, hujan lebat yang berlangsung dari siang hingga malam menyebabkan banjir di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, merusak rumah, jembatan, dan fasilitas umum. Di Karanganyar, longsor terjadi di empat kecamatan, mengakibatkan kerusakan rumah serta fasilitas ternak.
Bencana serupa terjadi di Kabupaten Purworejo, di mana hujan deras memicu jebolnya tanggul dan menyebabkan banjir di enam kecamatan. Sebanyak 50 jiwa terpaksa mengungsi, sementara 486 rumah dan lebih dari 1.600 warga terdampak.
BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum bagi korban terdampak. Di Kebumen, banjir setinggi satu meter melanda empat kecamatan, merusak puluhan rumah dan menyebabkan enam tanggul jebol.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul mengalami pergerakan tanah yang mengancam rumah dan akses jalan di tujuh kecamatan, sementara banjir melanda 11 kecamatan lainnya. Lebih dari 400 rumah, sekolah, dan fasilitas umum terdampak. Satu warga mengalami luka sedang, sementara satu lainnya mengalami hipotermia. BPBD terus melakukan evakuasi dan pemantauan di lokasi terdampak.
Hujan deras disertai petir dan angin kencang juga menyebabkan banjir di 11 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul serta lima kecamatan di Kulon Progo. Akibatnya, ratusan rumah terdampak, dan lebih dari 100 warga mengungsi. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan logistik dan mengevakuasi warga ke tempat lebih aman.
Sementara itu, di Jawa Timur, hujan deras menyebabkan Sungai Gembong dan Petung meluap, mengakibatkan banjir di Panggungrejo dan Bugul Kidul, serta empat kecamatan lain di Pasuruan. Sebanyak 1.658 rumah terdampak, dan BPBD bersama Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan logistik serta paket kebersihan bagi warga terdampak. Di Madiun, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Madiun merendam ratusan rumah dan puluhan hektar sawah, meski kini berangsur surut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari instansi terkait, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua pada 30 Maret – 1 April 2025. Mengantisipasi hal tersebut, BNPB telah mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengurangi risiko hujan lebat di titik-titik strategis selama arus mudik.
BNPB juga mengingatkan para pemudik untuk memperhatikan faktor keselamatan dalam perjalanan, termasuk memeriksa kelayakan kendaraan, menyiapkan dokumen penting, serta menghindari daerah rawan bencana. Masyarakat dapat mengakses informasi jalur mudik aman melalui laman https://gis.bnpb.go.id/petamudik2025/ dan http://inarisk.bnpb.go.id/jalurmudik2025/ guna memastikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman di tengah potensi cuaca ekstrem.