Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra kembali bertambah. Hingga Minggu (4/1), total korban meninggal dunia tercatat 1.177 jiwa, naik 10 orang dibandingkan data sehari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa penambahan korban berasal dari tiga provinsi terdampak.
“Rekapitulasi kemarin pada cut off pukul 16.00 mencatat 1.167 korban jiwa. Hari ini bertambah 10 orang sehingga total menjadi 1.177 jiwa,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.
Rincian penambahan korban meninggal dunia meliputi Aceh Utara sebanyak 3 orang, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara sebanyak 5 orang, serta Sumatra Barat sebanyak 2 orang.
Dengan penambahan tersebut, total korban jiwa per provinsi kini tercatat 543 orang di Aceh, 370 orang di Sumatra Utara, dan 264 orang di Sumatra Barat.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 148 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Jumlah ini berkurang 17 orang dibandingkan data sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah pengungsi menunjukkan penurunan. BNPB melaporkan 15.606 pengungsi di Aceh telah kembali ke tempat tinggalnya, sehingga total pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian saat ini berjumlah 242.174 jiwa.
Abdul Muhari menegaskan bahwa upaya pencarian korban hilang serta penanganan pengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di seluruh wilayah terdampak.
