JERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menyatakan niatnya untuk kembali bertarung di pemilihan parlemen tahun depan, menegaskan dominasinya di panggung politik Timur Tengah di tengah gejolak regional. Pengumuman ini datang di saat Likud, partainya, menghadapi tantangan koalisi yang rapuh pasca-konflik Gaza.
Dalam wawancara eksklusif dengan Channel 14 Israel pada Sabtu (18/10), Netanyahu tak ragu menjawab pertanyaan soal ambisinya memimpin lagi.
“Ya,” jawab Netanyahu saat ditanya apakah dia berniat mencalonkan diri kembali.
Bahkan ketika dikonfrontasi soal peluang kemenangan, dia kembali mengiyakan dengan percaya diri.
Langkah ini bukan sekadar pernyataan impulsif, melainkan strategi jangka panjang dari pemimpin berusia 76 tahun yang lahir di Tel Aviv ini.
Pekan depan, Netanyahu akan merayakan ulang tahunnya, menjadikannya calon perdana menteri tertua dalam sejarah Israel jika terpilih.
Riwayatnya sebagai pemimpin karismatik tak terbantahkan: Ia pernah memegang tampuk kekuasaan dari 1996 hingga 1999, lalu kembali mendominasi dari 2009 hingga 2021 sebelum akhirnya digulingkan oleh koalisi oposisi yang dipimpin Yair Lapid dan Naftali Bennett pada Juni 2021.
Kembali ke kursi PM pada Desember 2022, Netanyahu membentuk koalisi ekstrem kanan yang solid berkat dukungan 64 anggota Knesset—parlemen Israel yang beranggotakan 120 kursi.
Kemenangan Likud di pemilu 2022 dengan 32 kursi menjadi pondasi utama, meski pemerintahan saat ini terus diuji oleh isu reformasi yudisial dan ketegangan dengan Palestina.
Pengumuman Netanyahu ini berpotensi mengguncang dinamika politik Israel menjelang pemilu parlemen 2026, di mana isu keamanan nasional dan hubungan internasional diprediksi mendominasi agenda.
Analis politik memperingatkan bahwa dukungan koalisinya bisa retak jika konflik Gaza berlarut, sementara oposisi seperti Yesh Atid milik Lapid siap menantang dengan narasi perubahan.
Bagi pembaca yang mencari update terkini soal Benjamin Netanyahu calon PM Israel 2026 atau pemilu Israel terbaru, GPNews akan terus memantau perkembangan. Netanyahu, yang dikenal dengan gaya diplomasi tegasnya,