KENDARI – Ratusan massa blokade restoran siap saji McDonald’s di Kendari, Sulawesi Tenggara. Aksi itu merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Restoran McDonald’s diboikot lantaran McDonald’s telah mengelontorkan keuntungannya didonasikan untuk para prajurit Israel yang sedang berperang dengan Hamas.
McDonald’s memberikan 4.000 paket makanan gratis kepada militer Israel setiap harinya.
Tak hanya di Kendari, tuntutan boikot itu juga diketahui turut disuarakan di beberapa kota lainnya di Indonesia.
Terkait seruan boikot itu, McDonald’s Indonesia mengatakan cabangnya di Indonesia beroperasi secara independen dan tidak terhubung dengan kegiatan operasional maupun keputusan McDonald’s negara lain, termasuk McDonald’s Israel.
Namun tak hanya McDonald’s, sejumlah merk Israel dan AS yang terang-terangan mendukung Israel juga menjadi sasaran boikot di berbagai negara yang mendukung Palestina.
Merek yang diserukan untuk diboikot tersebut seperti Starbucks, Disney, KFC, Danone, Nestle, Coca Cola dan ratusan merek lainnya.
Gerakan Boikot ini disebut bertujuan memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan Israel dan AS, agar mereka mendesak pemerintah mereka menghentikan perang di Gaza.
Diketahui Israel dan AS menolak gencatan senjata yang disetujui oleh 120 negara di PBB dan terus melanjutkan operasi militer di Palestina yang telah menewaskan lebih dari 8.000 orang. Sedangkan di pihak Israel lebih dari 1.400 orang telah tewas dalam konflik tersebut.