AMMAN – Komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara untuk Palestina kembali ditegaskan dalam diplomasi tingkat tinggi di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Basman, Amman, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan bagi Palestina.
Langkah konkret pun diambil Indonesia dengan memutuskan bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang mengusung 20 poin perdamaian untuk Gaza dan mengarah pada realisasi solusi dua negara.
Pertemuan penting tersebut digelar bersama Abdullah II of Jordan di Istana Basman, Amman, Jordan, Rabu (25/2) sore waktu setempat.
“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun untuk solusi yang berkelanjutan. Dan menurut kami, satu-satunya solusi yang berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” kata Presiden RI Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral tersebut.
Pernyataan itu mempertegas posisi Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui skema dua negara yang hidup berdampingan secara damai dan setara.
Gabung Board of Peace, Indonesia Dukung 20 Poin Perdamaian Trump
Berpijak dari komitmen tersebut, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace yang dibentuk menyusul inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait 20 poin perdamaian untuk Gaza.
Inisiatif tersebut telah mendapatkan persetujuan dari United Nations Security Council pada 18 November 2025, sehingga memiliki legitimasi internasional dalam mendorong proses damai.
“Kami mendukung rencana 20 poin Presiden Trump itu. Semuanya bertujuan dan berupaya untuk mencapai solusi yang berkelanjutan tersebut (solusi dua negara),” kata Prabowo.
Langkah Indonesia bergabung dalam BoP dinilai sebagai strategi diplomatik aktif untuk memastikan suara negara berkembang tetap berpengaruh dalam perumusan masa depan Gaza dan Palestina.
Kesamaan Sikap Indonesia–Yordania
Dalam pertemuan tersebut, Yordania menegaskan kesamaan pandangan dengan Indonesia bahwa solusi dua negara merupakan fondasi utama menuju kemerdekaan Palestina.
Bagi Presiden Prabowo, kesamaan posisi ini menjadi modal penting untuk memperkuat konsolidasi dukungan internasional di kawasan Timur Tengah.
“Kami merasa bahwa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza,” katanya.
Dukungan Yordania memiliki arti strategis mengingat negara tersebut merupakan salah satu aktor kunci di kawasan dengan peran historis dalam isu Palestina.
Apresiasi Raja Abdullah II
Raja Yordania menyampaikan penghargaan atas kepedulian Indonesia terhadap rakyat Palestina, khususnya di era pemerintahan Presiden Prabowo.
“Saya tahu Anda (Prabowo) berkomitmen untuk menghadirkan perdamaian dan ketenangan, dan sekali lagi komitmen Anda yang sangat berani untuk melindungi rakyat Gaza sangat penting,” ujar Raja Abdullah II.
Apresiasi tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam diplomasi kemanusiaan dan perdamaian di kawasan.
Dengan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace dan dukungan terhadap 20 poin perdamaian, arah diplomasi Jakarta kini semakin jelas: mengawal solusi dua negara sebagai satu-satunya formula damai yang berkelanjutan bagi Palestina.***