JAKARTA – Bank Indonesia (BI) tengah melakukan pembicaraan dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, untuk membuka akses teknologi near field communication (NFC) pada perangkat iPhone. Langkah ini dilakukan agar pengguna iPhone di Indonesia dapat menggunakan fitur pembayaran terbaru QRIS Tap, yang saat ini baru tersedia pada perangkat Android yang mendukung NFC.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Apple Indonesia hingga tim Apple di kantor pusat terkait kemungkinan membuka akses NFC tersebut. Namun, hingga kini belum ada keputusan final dari perusahaan tersebut mengenai kapan dukungan itu akan tersedia di iPhone.
Filianingsih meminta pengguna iPhone untuk bersabar karena kebijakan Apple saat ini masih membatasi penggunaan NFC untuk layanan internal mereka, yaitu Apple Pay. Artinya, aplikasi pembayaran pihak ketiga seperti mobile banking atau dompet digital di Indonesia belum dapat memanfaatkan teknologi NFC di iPhone untuk transaksi QRIS Tap.
Apa Itu QRIS Tap?
QRIS Tap merupakan inovasi pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari sistem pembayaran nasional. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi secara contactless hanya dengan menempelkan smartphone ke mesin pembaca atau terminal pembayaran berbasis NFC.
Teknologi ini berbeda dari QRIS konvensional yang mengharuskan pengguna memindai kode QR menggunakan kamera ponsel. Dengan QRIS Tap, proses pembayaran menjadi lebih cepat karena pengguna hanya perlu membuka aplikasi pembayaran, memilih metode QRIS Tap, lalu menempelkan ponsel ke terminal.
QRIS sendiri merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran digital dalam satu sistem. Sejak diperkenalkan pada 2019, QRIS telah digunakan oleh jutaan merchant dan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia.
Pada Maret 2025, Bank Indonesia kemudian meluncurkan versi berbasis NFC yang disebut QRIS Tap. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi, terutama di sektor dengan frekuensi transaksi tinggi seperti transportasi publik, ritel modern, restoran, dan perhotelan.
Sudah Berjalan di Android
Saat ini, QRIS Tap telah tersedia di berbagai aplikasi mobile banking dan dompet digital pada perangkat Android yang memiliki fitur NFC. Pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin EDC atau pembaca NFC untuk menyelesaikan transaksi, mirip dengan metode pembayaran tap-to-pay pada kartu debit atau kredit.
Beberapa sektor bahkan mulai mengadopsi teknologi ini untuk mempercepat layanan, seperti sistem transportasi umum dan pembayaran parkir. Proses transaksi menggunakan QRIS Tap juga berlangsung sangat cepat, bahkan dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Namun, pengguna iPhone masih harus menggunakan metode QRIS standar dengan memindai kode QR melalui kamera. Keterbatasan ini terjadi karena Apple belum membuka akses NFC secara luas bagi pengembang aplikasi pihak ketiga di ekosistem iOS.
Apple Pernah Membuka NFC di Wilayah Lain
Meskipun masih tertutup di banyak negara, Apple sebenarnya pernah membuka akses NFC bagi pengembang pihak ketiga di beberapa wilayah tertentu. Salah satu contohnya adalah Uni Eropa, di mana perusahaan tersebut memberikan akses lebih luas setelah adanya dorongan regulasi yang menuntut interoperabilitas sistem pembayaran digital.
Langkah tersebut memberikan harapan bahwa kebijakan serupa juga dapat diterapkan di Indonesia, terutama jika ekosistem pembayaran digital nasional semakin berkembang dan membutuhkan integrasi lintas platform.
Bank Indonesia sendiri melihat QRIS Tap sebagai bagian penting dari masa depan pembayaran digital yang lebih cepat, praktis, dan inklusif. Dengan semakin banyaknya pengguna smartphone di Indonesia, teknologi pembayaran nirsentuh dinilai dapat mempercepat adopsi transaksi non-tunai di berbagai sektor ekonomi.
Harapan ke Depan
Jika Apple akhirnya membuka akses NFC di iPhone, maka pengguna perangkat tersebut dapat menikmati pengalaman pembayaran yang sama dengan pengguna Android melalui QRIS Tap. Hal ini juga berpotensi memperluas penggunaan QRIS di Indonesia, sekaligus meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran digital nasional.
Untuk saat ini, BI masih melanjutkan komunikasi dengan Apple guna mencari solusi terbaik agar teknologi QRIS Tap dapat diakses oleh seluruh pengguna smartphone di Indonesia tanpa terkecuali. Sambil menunggu perkembangan tersebut, pengguna iPhone tetap dapat menggunakan QRIS melalui metode pemindaian kode QR seperti yang telah tersedia selama ini.
Dengan terus berkembangnya teknologi pembayaran digital, kolaborasi antara regulator dan perusahaan teknologi global menjadi salah satu kunci untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih terbuka, cepat, dan efisien bagi masyarakat.