JAKARTA – Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah melampaui 30 miliar dolar AS, menurut data Iran War Cost Tracker. Portal tersebut memperbarui informasi secara real-time, menghitung kebutuhan dana untuk pemeliharaan personel, kapal yang dikerahkan, serta pengeluaran terkait lainnya.
Metodologi perhitungan mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres, yang menyebut enam hari pertama operasi menelan biaya 11,3 miliar dolar, dengan pengeluaran selanjutnya mencapai sekitar 1 miliar dolar per hari.
Dilansir dari Sputnik, Rabu (25/3/2026), operasi gabungan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari dengan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan itu sebagai langkah “pencegahan” terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, pernyataan lanjutan memperjelas bahwa tujuan mereka adalah mendorong perubahan kekuasaan di Republik Islam tersebut.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur pada hari pertama operasi. Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam pembunuhan Khamenei sebagai “pelanggaran hukum internasional yang sinis.” Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan penghentian permusuhan serta de-eskalasi segera.