JAKARTA – Retret kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari 2025, menghabiskan anggaran sebesar Rp13,2 miliar.
Biaya ini sepenuhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sebelumnya, melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 200.5/628/SJ, kepala daerah diminta menyetor Rp22 juta untuk keperluan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan lainnya selama retret.
Namun, kebijakan ini direvisi dengan diterbitkannya Surat Edaran Nomor 200.5/692/SJ pada 13 Februari 2025, yang menetapkan bahwa seluruh biaya retret ditanggung oleh APBN.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya mengklaim pembekalan kepala daerah di Lembah Tidar, Magelang kali ini lebih efisien dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya yang menelan anggaran lebih dari 13 miliar rupiah.
Pembekalan kali ini dipadatkan dalam satu minggu, dengan para kepala daerah menginap di tenda-tenda yang disediakan di kompleks Akmil, sehingga mengurangi biaya akomodasi.
Sementara sebelumnya, kegiatan pembekalan memakan waktu 2 hingga 4 minggu dan para kepala daerah menginap di hotel.
Dengan pendekatan yang lebih ringkas dan efisien, diharapkan manfaat yang diperoleh bisa lebih optimal dalam waktu singkat.
Retret ini diikuti oleh 450 kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai wilayah Indonesia.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta membahas arah pembangunan nasional selama lima tahun ke depan.***