SUMSEL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah posyandu wilayah OKI kini dinilai mampu memperbaiki kondisi gizi kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang rutin mendapatkan paket makanan bergizi.
Tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut mencatat adanya perkembangan positif dalam pemantauan kesehatan masyarakat setelah program nasional ini berjalan secara rutin.
Bidan Kelurahan Kayu Agung, Elbano Perli, menuturkan bahwa perubahan kondisi kesehatan penerima manfaat sudah terlihat sejak MBG mulai diberikan melalui kegiatan posyandu.
“Selama saya di sini, perkembangannya semenjak menerima manfaat tiga B ini cukup signifikan. Untuk anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sudah mendapatkan manfaatnya.”
“Penimbangan berat badan sudah naik. Untuk ibu hamil juga kesehatannya bagus, dan ibu menyusui kualitas ASI-nya juga baik,” katanya saat pembagian MBG Ramadan di Posyandu Terantai 2, Kamis (5/3).
Pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut dilakukan secara berkala melalui kegiatan posyandu yang digelar setiap bulan dengan agenda penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, hingga evaluasi status gizi.
Berdasarkan pemantauan tenaga kesehatan, kondisi gizi masyarakat di wilayah Kelurahan Kayu Agung saat ini berada dalam kategori baik dan relatif stabil.
“Kalau khususnya di kelurahan kami itu tidak ada,” katanya saat ditanya mengenai kasus gizi kurang di wilayah posyandu tersebut.
Pandangan serupa disampaikan kader Posyandu Teratai 2, Lilis Riyani, yang menilai kehadiran program MBG turut meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa kesehatan di posyandu.
“Semenjak mendapatkan MBG, ibu-ibu sekarang, baik ibu hamil, ibu menyusui, maupun ibu dengan balita, semuanya merasakan manfaatnya.”
“Anak-anak balita bertambah berat badannya, begitu juga ibu hamil dan ibu menyusui. Secara umum berat badan mereka meningkat,” ujarnya.
Ia juga menilai program tersebut secara tidak langsung mendorong perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih disiplin mengikuti kegiatan kesehatan di tingkat lingkungan.
“Alhamdulillah, semenjak ada MBG ini, ibu-ibu hamil dan yang memiliki balita jadi lebih rajin dan aktif datang ke posyandu untuk penimbangan,” kata Lilis.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh penerima bantuan, termasuk para ibu hamil yang rutin mendapatkan paket makanan bergizi selama masa kehamilan.
Salah satunya adalah Oktavandari, ibu hamil yang menjadi penerima MBG di Posyandu Teratai 2.
Ia mengaku kondisi kehamilannya tetap terjaga sejak memperoleh bantuan makanan bergizi melalui program tersebut.
“MBG saya dari awal hamil sampai sekarang saya mendapatkan MBG. Alhamdulillah perkembangan janin saya baik, berat badan naik, hingga sekarang saya sehat,” tuturnya.
Selain membantu menjaga kesehatan ibu dan janin, ia juga menilai menu makanan yang diberikan dalam program tersebut cukup lengkap serta memiliki kandungan gizi yang baik.
“MBG ini enak, banyak, dan bergizi,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri terus digulirkan pemerintah sebagai salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan risiko stunting pada anak sejak masa kehamilan hingga usia balita.***
