JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026, cenderung cerah berawan sepanjang hari. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi secara lokal di beberapa wilayah pada siang hingga sore hari.
Berdasarkan prakiraan harian BMKG, kondisi cuaca pada pagi hingga menjelang siang didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Pola ini diperkirakan berlanjut hingga malam hari.
Hujan ringan diprediksi berpeluang turun di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada rentang siang hingga sore hari, sekitar pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Setelah itu, cuaca kembali relatif stabil dengan kondisi cerah berawan hingga berawan pada malam hingga dini hari.
BMKG juga menyebut tidak ada potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jakarta dalam peringatan dini cuaca untuk kawasan Jabodetabek. Namun, masyarakat di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan diminta mewaspadai kemungkinan angin kencang.
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir warga Jakarta merasakan suhu udara yang lebih panas dibandingkan sebelumnya. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan suhu tersebut terkonfirmasi dari data sejumlah stasiun pengamatan cuaca.
Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan tren kenaikan suhu maksimum dari kisaran 29–30 derajat Celsius pada periode 5–8 Maret 2026 menjadi sekitar 31–33 derajat Celsius pada periode 9–11 Maret 2026.
Menurut Andri, kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya aktif di sekitar Indonesia dan kini bergerak ke arah timur. Pergeseran tersebut mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta. Selain itu, Monsun Asia yang mulai melemah juga menyebabkan berkurangnya suplai udara lembap pemicu hujan.
Akibatnya, radiasi matahari pada siang hari menjadi lebih dominan sehingga suhu udara terasa lebih panas.
Meski demikian, tingkat kelembapan udara di Jakarta masih tergolong tinggi. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya awan konvektif secara tidak merata, sehingga peluang hujan lokal—terutama pada sore atau malam hari—masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala, khususnya bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.